Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2012

Persiapan MPASI : BLW

Bulan depan Hafshoh sudah 6 bulan, so sudah mulai MPASI dong ya, sekarang mulai siap-siap nih mempersiapkan MPASI terbaik buat gadis kecilku yang cantik ini...
Sebenarnya waktu kuliah di eFKa pernah sih mendapat pelajaran tentang MPASI, dari menu-menunya sampe cara mbuatnya segala. Tapi.. berhubung waktu itu nggak menarik menurutku (berhubung urusan masak, aku paing males), akunya nggak terlalu paham...padahal bermanfaat banget ya..

Ketika anak pertama dan kedua kami masih tinggal sama orang tua, jadinya yang sibuk menyiapkan MPASI buat mereka adalah orang tuaku (maklum akunya kan masih coass, jadinya segala sesuatu tentang harits dipersiapkan oleh ibuku). Ibuku rajin banget pagi-pagi dah membuatkan MPASI buat harits, sudah mateng jam 6 pagi-an. Harits bangun langsung disuapin sambil digendong muter-muter atau didudukkan di stroller. Nah sekarang kami kan sudah tinggal sendiri (jauh lagi dengan ortu), mau nggak mau aku harus mempersiapkan segala sesuatu sendiri.

Alhamdulillah sekarang mudah banget cari info tentang segala sesuatu lewat internet, termasuk tentang MPASI. Setelah googling, baca blog ibu-ibu tentang MPASI buah hatinya, baca forum di TUM, akhirnya aku kok sangat amat tertarik BLW (Baby Led Weaning). Alasan kenapa aku tertarik banget ama BLW ini :
1. cocok banget sama aku yang nggak pinter masak (ketahuan nih ye...).
2. praktis, tinggal buatin finger food.
3. bayi lekas mandiri.
4. sesi makan adalah sesi yang menyenangkan.
5. anak akan terbiasa makan sendiri.
6. pencernaan bayi lebih optimal 

Berdasar pengalaman anak 1 dan 2 yang dulunya MPASI dengan pemberian bubur-buburan, terus disuapin sambil digendong-gendong. Akhirnya sampe sekarang (umur 6 dan 4 tahun) kalau  mau makan harus pake rayuan maut dan seringnya masih disuapin.. Makanya untuk anak ke-3 ini mau mencoba menerapkan BLW.

Persiapan untuk BLW :
1. high chair/kursi makan bayi 
2. panci buat kukus
3.slaber
5. pisau+telenan

Semoga berhasil, biidznillah.

Senin, 03 Oktober 2011

Menuju Bayi Sehat

Oleh : Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron

Tubuh Bayi Saat Lahir
Bayi yang baru lahir, semua anggota tubuhnya masih lemah, termasuk kulit, daging dan tulangnya. Anggota tubuhnya lebih mudah terluka dan patah bila terkena benda yang kasar. Itulah sebabnya mengapa dia sering sakit, terutama demam. Orang tua biasanya akan membawanya ke tukang pijat karena badannya terganggu. Bahkan bentuk kepalanyapun aka bisa berubah karena salah menidurkannya.

Kenyataan ini sebelumnya sudah dijelaskan oleh Alah azza wa jalla dengan firman-Nya :
"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu)sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Diaah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS.ar-Ruum : 54)

Ibnu katsir rahimahullah berkata : " Allah Azza wa Jalla mengingatkan kita tentang proses kejadian mausia dengan tahapannya. Manusia asalnya dari tanah, lalu menjadi mani, lalu menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, lalu menjadi tulang, kemudian tulang itu dibungkus dengan daging, lalu ditiupkan ruh, lalu keluar dari rahim ibunya daam keadaan lemah dan tidak berdaya, kurus, kecil, lemas badannya kemudian sedikit demi sedikit menjadi kuat kemudian membesar menjadi pemuda. Inilah maksudnya sesudah lemah itu menjadi kuat. Lalu lama kelamaan berkurang kekuataannya sehingga menjadi tua dan rapuh tulangnya, dan inilah maksudnya sesudah kuat itu lemah, sehingga semangat berpikirnya berkurang, gerakan dan kekuatannyapun berkurang, sehingga sifat lahir dan batinnya berubah. Begitulah kebesaran kekuasaan manusia. (Tafsir Ibnu Katsir 6/327)

Panca Indra Bayi
Bayi yang lahir bukan hanya fisiknya yang lemah, tetapi Aloh Azza wa Jalla menciptakan panca indranya juga lemah. Alloh azza wa jalla berfirman :
"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniukan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)Nya, dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. " (QS. As-Sajdah:9).

Sebagian ahli tafsir menjeaskan bahwa didahuukan pendengaran, lalu penglihatan, lalu hati karena pendengaran bayi lebih dahulu berfungsi dibanding penglihatan. Sedangkan hati atau pikiran disebut paling akhir, karena akal baru berfungsi setelah berfungsinya pendengaran dan penglihatan (Tafsirul Qur'ani lil Qur'an 9/166).

Ada lagi yang berpendapat karena pendengaran lebih mulia daripada penglihatan, dan dia (pendengaran) sebagai salah satu syarat kenabian. Oleh karena itu Allah tidak mengutus seorang nabi sedangkan dia tuli. Penyebab lain, karena pedengaran merupakan sarana sempurnanya akal. Maka dari itu umumnya ayat di dalam alQur'an mendahulukan pendengaran lalu penglihatan. (Tafsir Abu Said 1/43 dan Kasyful Ma'ani fil Mutasyabih minal Matsani 1/88).

Keterangan ini menunjukkan pentingnya kita memelihara kesehatan badan dan indra bayi, karena apabila anggota badan sehat dan indra yang berupa pendengaran, penglihatan dan akal sehat pula, tentu menjadi penunjang yang sangat kuat untuk memahami ajaran din ini. Dengan demikian, kelak dia akan menjadi anak yang shalih dan shalihah insya Allah.

Bagaimana Memelihara Kesehatan Badan dan Indra Mereka?
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya yang berjudul Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud menjelaskan cara memelihara bayi agar tetap sehat jasmani dan rohaninya, diantaranya :
  • Sebelum berumur tiga bulan, hendaknya tidak sering digendong dan tidak diajak keliling, karena badannya dan anggota badannya masih lemah sekali.
  • Sebelum tumbuh giginya, hendaknya tidak dibei makanan namum diperbanyak minum susu, karena pencernaan masih lunak sehingga belum mampu mencerna makanan. Apabila giginya mulai tumbuh, maka bisa dibantu dengan makanan yang lembut.
  • Dia perlu dilatih makanan. Pada awalnya dilatih dengan roti yang dicelup dengan air hangat, lalu sesuatu yang dimasak dan dicampur dengan kuah tanpa daging, lalu dengan daging yang lembut apabila dia sudah bisa mengunyah.
  • Apabila ada tanda si anak hendak bicara, agar lancar bicaranya, usahakan lidahnya diolesi dengan madu dicampur sedikit garam yang halus. Insya Allah akan lancar bicaranya.
  • Apabila sudah mampu berbicara, upayakan dilatih membaca dua kalimat syahadat, agar yang pertama kali didengar oleh pendengaran mereka ialah kalimat tauhid. Beritahu dia bahwa Allah azza wa jalla di atas 'Arsy. Dia melihat makhuk-Nya dan mendengar perkataan hamba-Nya.
  • Jika giginya mulai tumbuh, upayakan setiap hari gusinya digosok dengan keju atau mentega dan hindarkan dari makanan yang keras atau benda yang membahayakan agar giginya tumbuh sehat dan tidak bengkok atau patah.
  • Orang tua tidak perlu sedih bila anak menangis karena lapar, ketika minum ASI, karena tangisnya bermanfaat untuk melatih anggota badannya dan memperluas pencernaan makanannya serta melapangkan dadanya dan menghangatkan pikirannya. Bahkan menangis dapat meawan kuman atau bakteri yang ada di tubuhnya atau mengeluarkan ingus dan kotoran pada tubuhnya.
  • Jangan lupa mengenakan gurita sekalipun dirasa berat, sampai badan dan anggota badannya kuat. Lalu dilatih duduk dan berdiri sampai dia memiiki kekuatan dan mampu untuk bergerak sendiri.
  • Hendaknya anak dijauhkan dari mendengar suara yang menakutkan dan mengejutkan. Hendaknya pula tidak diperihatkan pada sesuatu yang menakutkan atau gerakan yang menakutkan, karena hal itu akan merusak pikirannnya, bahkan akan dibawa sampai dia dewasa. Oleh karena itu, apabila dia merasa ketakutan karena mendengar atau melihat sesuatu, hendaknya segera disusui samapi tertidur, dan hilang rasa takutnya.
Bila Saatnya Bayi Disapih
Penyapihan anak tentu akan berpengaruh pada kejiwaan dan pikirannya, bahkan terkadang anak akan merasa dibenci oeh ibunya dan merasa kehilangan kekasihnya. Bagaimanakah cara yang efektif untuk menyapih anak dan kapan waktunya yang tepat?

Allah azza wa jalla berfirman :
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yangingin menyempurnakan penyusuan." (QS.a-Baqarah:233)

Ayat ini menunjukkan alangkah besarnya belas kasih Allah azza wa jalla kepada hamba-Nya. Bayi yang baru lahir tidak memiliki kemampuan apa-apa, Allah jadikan sang ibu mencintainya bahkan rela berkorban untk kepentingan kesehatannya. Namun setelah bayi memiliki kekuatan walaupun belum sempurna, dan mampu makan, Allah menganjurkan hendaknya ia disapih. Penyapihan ini pun diterima oleh fitrah yang sehat, baik oleh yang menyusui maupun yang disusui.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : Ayat ini menunjukkan : 
  • Sempurnanya susuan selama dua tahun. Ini merupakan haknya anak apabila dia membutuhkannya, terutama bila sang anak kurang nafsu makan.
  • Jika sang bapak menyusukan anaknya kepada orang lain, maka batas waktunya juga sama. Tindakan ini baik pula bila ibu kurang berkenan menyusuinya karena hamil atau sebab lain.
  • Hendaknya anak tidak disapih secara angsung, tetapi sedikit demi sedikit. Hal ini karena penyapihan secara langsung akan membahayakan bagi anak dan anak mempengaruhi kejiwaannya.
Sebelum disapih, hendaknya anak dilatih agar senang makan, sekalipun makannya hanya sedikit.

Imam al-Qurtubhi rahimahullah berkata : " Menyapih bayi tidak harus berumur dua tahun, tetapi boleh kurang dari itu. Penyebutan dua tahun berfaedah pula bagi sang istri yang menyusui anaknya: jika terjadi sengketa, dia berhak menuntut nafkah anaknya kepada suami." (Tafsir al-Qurthubi 3/162).

Semoga dengan mengawali berusaha membantu pertumbuhan kesehatan badan anak dan indranya, anak mudah memahami dinul Isam dan menjadi anak shalih dan shalihan kelak di kemudian hari. Bermanfaat untuk diri, orang tua dan umat. Wallahu a'lam.

Sumber : Majalah al-Mawaddah, Vol 43, Syawal 1432 H-September 2011 M, Hal : 30-32

Minggu, 15 Mei 2011

Problem Umum Kulit Bayi

Secara umum kenali dahulu beberapa masalah pada kulit bayi seperti berikut :
Kulit Kering
Kulit bayi mudah kering. Semakin kering kulit, semakin berkurang tingkat kefektifannya dalam meilndungi dirinya dari efek-efek yang berbahaya.
Pencegahannya :
  • Mengatur suhu dan kelembaban di rumah.
  • Lindungi bayi dari angin.
  • Jaga kelembaban kulit bayi. Untuk mencegah dari kekeringan dengan menggunakan krim untuk bayi, baby lotion atau baby oil atau minyak zaitun.
Luka Gesekan
Gesekan yang terjadi antara pakaian bayi dan kulit bayi, atau kulit dengan kulit seperti di ketiak atau lipatan-lipatan paha, dapat menimbulkan lecet.
Pencegahannya :
  • Keringkan tubuh bayi secara menyeuruh dan seksama seteah mandi. Beri perhatian khusus pada lipatan-lipatan kulit.
  • Hindari menggunakan pakaian dari bahan yang kaku, kasar dan ketat.
  • Gunakan krim untuk mengurangi gesekan dan menjaga bayi ibu tetap nyaman.
Lapisan kerak kulit kepala
Hampir semua bayi mempunyai kerak topi atau kerak kulit kepala. Penyebabnya adalah kelenjar aktif yang berlebihan, sehingga menyebabkan menumpukkan kotoran pada kulit kepala.
Untuk membersihkan dan mencegahnya :
  • Untuk mencegahnya, cucilah kulit kepala bayi dengan shampoo khusus bayi dengan lembut.
  • Hilangkan semua sisa sabun dengan membilasnya bersih-bersih.
  • Bila perlu bubuhkan baby oil pada kulit kepala bayi sambil sedikit diurut dan biarkan selama sekitar 10-15 menit untuk melunakkannya. Cara ini akan membuat lapisan bersisik itu menjadi lunak terkelupas.
  • Sisirlah rambut bayi dengan sisir khusus bayi untuk menghilangkan kerak kulit kepala yang sudah terkelupas tadi.
Gangguan Umum Kulit
Terdapat beberapa jenis ganguan kulit yang seringkali dijumpai pada bayi :

Biang Keringat
Cuaca panas mungkin saja dapat membuat pori-pori kuit bayi tersumbat yang kemudian menjadi biang keringat.
Pencegahannya :
  • Jangan biarkan bayi kepanasan.
  • Jangan kenakan pakaian yang berebihan di dalam kamar.
  • Pakaian bayi jangan terlalu ketat.
  • Bersihkan bayi secara teratur untuk menghilangkan kotoran yang tertinggal.
Perubahan Hormon
Jika ibu mendapati hidung, pipi dan kening buah hati ditumbuhi bercak-bercak putih tak usah panik. Ini menandakan bayi ibu kurang menerima hormon ketika ia masih berada di dalam kandungan. Hal ini normal dan bersifat tidak permanen.

Bercak Susu
Pada bayi yang menyusu ASI seringkai dijumpai noda putih kecil pada wajah, leher dan dada atas. Diduga penyebabnya adalah ASI yang menempel pada bagian-bagian tersebut. Bercak ini menyebabkan kulit tampak basah. Gangguan ini normal dan akan hilang dengan sendirinya hingga bayi mencapai usia 2 tahun.
Pencegahannya :
  • Ketika bayi menyusu, letakkan kain bersih di sekitar leher dan dadanya untuk mencegah tetesan ASI.
  • Selesai menyusui, segera bersihkan bayi ibu dengan kapas yang sudah dibasahi, untuk mencegah tertinggalnya ASI di kulit bayi ibu.
Alergi Kulit dan Penyebabnya
Ibu boleh sedikit lega karena bayi jarang mengalami alergi kulit. Alergi pada bayi baru tampak setelah alergen (zat-zat pembawa alergi) berkali-kali masuk tubuh bayi. Jangan pula ibu terkecoh bahwa tidak semua bercak pada bayi disebabkan oeh alergi. Mungkin ini cuma iritasi kulit yang disebabkan oleh iritan (zat penyebab iritasi) dari sabun atau sampo yang berbahan keras.
Untuk menghindari bayi ibu terkena alergi, kenali faktor-aktor penyebabnya :
1. faktor genetis
Jika ada anggota keluarga yang menderita alergi, kemungkinan bayi akan mengidap alergi juga.
2. faktor lingkungan
Tidak tahan terhada debu dapat pula menyebabkan aergi kulit.
3. faktor tubuh
Makanan, infeksi virus, baktei, jamur atau obat-obatan dapat menyebabkan gangguan kulit.

Sumber : Sentuhan Pengasuhan Si Buah Hati, Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Sabtu, 06 November 2010

Ketika Buah Hati Sakit

Rasa cemas tentu dirasakan oleh setiap orangtua ketika buah hati sakit. tapi jangan dulu ke dokter apabila bayi ibu hanya mengalami penyakit ringan seperti pilek, karena umumnya bayi akan cepat sembuh.
Ibu harus segera ke dokter jika kondisi bayi :
  • Demam. Ini merupakan gejala infeksi sehingga perlu diobati segera terutama pada bayi baru lahir.
  • Buang air besar berkali-kali dan banyak (diare) atau sebaliknya sulit buang air besar.
  • Tidak mau menyusu.
  • Muntah beberapa kali.
  • Menangis tak henti-henti.
  • Perubahan pernafasan : terlalu cepat atau tidak teratur.
  • Ruam kulit yang tak kunjung sembuh dalam beberapa hari.
  • Warna kuning pada kulit bayi baru lahir.
  • Adanya cairan dari telinga, mata, hidung, alat kelamin serta bila tali pusat berbau, bercak merah atau menjadi lunak.

    Cara mengukur suhu bayi 
    Pengukuran suhu bayi baru lahir sebaiknya dilakukan di bawah ketiak atau di dalam dubur, dibandingkan melalui mulut.

    Cara pengukurannya sebagai berikut :
    a. Termometer ketiak :
    Kibas-kibaskan termometer sampai menunjukkan suhu di bawah 35 derajat celcius. Selipkan termometer pada ketiak 3-4 menit, sampai air raksa berhenti atau angka digitalnya tidak berubah lagi. Angkat dan lihat hasilnya. Suhu 37 derajat adalah suhu normal bagi bayi ibu.

    b. Termometer dubur :
    Oleskan sedikit baby oil pada ujung termometer. Baringkan bayi di atas pangkuan ibu, menghadap ke bawah, dan masukkan termometer sehingga ujung berbentuk bulat seluruhnya berada di lubang dubur, biarkan 2-3 menit sampai air raksa berhenti atau angka digitalnya tidask berubah lagi. Lalu keluarkan termometer perlahan-lahan.

    Perawatan mata, hidung, telinga dan kuku
    • Sebaiknya jangan memasukan benda apapun ke dalam telinga, mata dan hidung bayi.
    • Bersihkan bagian luar mata, hidung, telinga, mulut dengan kain lembut dan basah.
    • Jika hidung bayi ibu tersumbat, bisa dilakukan penghisapan cairan dengan tabung bola karet, sehingga mengurangi sumbatan. atau teteskan dengan obat tetes yang lembut dan khusus bayi.
    • Potonglah kuku dengan rata menggunakan gunting kuku khusus bayi. Lakukan di saat bayi tengah tidur.
    Sumber : Ikatan Dokter Anak Indonesia, Sentuhan pengasuhan Si Buah Hati.

    Kamis, 21 Oktober 2010

    Sesaat Setelah Bayi Lahir

    Peluklah dia untuk pertama kali
    Saat melihat buah hati hadir pertama kali, tentu merupakan saat paling membahagiaakan bagi ayah dan ibu. Kenangan ini tidak akan terlupakan seumur hidup.
    Begitu bayi lahir sebaiknya ibu segera memeluk, menimang dan mengajaknya berbiaca. Do'akan dia semgoa menjadi anak yang shalih dan bertaqwa. Ini adalah prosedur sederhana namun penting sebagai awal terjalinnnya hubungan antara ibu dan anak, serta awal perkembangan emosi-sosial, kognitif dan kecerdasan bayi. Pada umumnya bayi yang dipeluk, ditimang dan diajak bicara oleh ibunya pada jam-jam pertama kelahiran akan lebih kuat ikatan batin dengan orang tuanya sehingga kelak ia lebih percaya diri, dan lebih cerdas di kemudian hari.

    Selain dipeluk usahakan memberi ASI (Air Susu Ibu) dengan jalan mencoba menyusuinya meskipun ASI belum keluar. Sebaiknya hal ini dilakukan dalam waktu kurang dari 1 jam setelah bayi lahir. Sebelum ibu merasa mengantuk karena lelah setelah melahirkan.

    Pentingnya tangisan pertama
    Lazimnya sesaat setelah dilahirkan, bayi akan menangis. Inilah masa peralihan yang penuh keajaiban. Setelah berada di rahim ibu sekitar 40 minggu. Tangisan pertama bayi menandakan sehatnya bayi. Justru bila bayi tidak menangis dalam rentang waktu cukup lama, ibu harus waspada. Bisa jadi bayi kekurangan oksigen dan akan mempengaruhi jaringan otaknya.

    Sesaat setelah bayi dilahirkan, paru-parunya akan mengembang. Warna kulit bayi akan mengalami perubahan dari semula tampak abu-abu kebiruan menjadi kemerahan di saat denyut nadinya mulai membaik.

    Selasa, 12 Oktober 2010

    Periksa Kesehatan Pertama dan Refleks Bayi

    Pada saat memeriksa bayi, ibu juga harus memperhatikan gerak refleks bayi. Umumnya dokter memeriksa respon dari refleks bayidengan membunyikan suara tertentu, menyentuhkan benda-benda atau menggerakkan tubuh bayi. Dengan cara ini akan diketahui apakah sistem saraf bayi berfungsi dengan baik.

    Refleks bayi yang sebaiknya ibu perhatikan :
    Refleks Mengenggam : 
    dengan meletakkan jari kita di dalam telapak tangan bayi. Ini untuk melihat apakah bayi dapat secara refleks menggenggam tangan.

    Refleks mencari dan menghisap :
    Apakah bayi peka terhadap benda yang menyentuh di sekitar mulutnya sehingga ia berusaha mencari.

    Sabtu, 09 Oktober 2010

    Ciri-Ciri Fisik Bayi Baru Lahir

    Jenis Kelamin
    Bayi Laki-laki :
    Penisnya menggantung, kulit depan menguncup di ujung penis, dan testis terletak di dalam skrotum. Bayi laki-laki biasanya lahir dengan skrotum atau buah pelir seperti bengkak. hal ini karena adanya cairan di sekitar testis. Kebanyakan kasus ini sembuh tanpa perawatan.
    Perempuan :
    Pada bayi perempuan, bibir kemaluan (labia mayora) berkembang dengan bak, sehingga vulva dapat dikenali. Bibir kemaluan seperti bengkak, bahkan kadang terjadi perdarahan dari vagina. Ini tidak perlu dikhawatirkan.

    Berat Lahir
    Brat bayi yang baru lahir biasanya antara 2,5 hingga 3 kg (2500-3000 gram) dengan panjang 48 cm - 54 cm. Umumnya bayi akan kehilangan berat badan pada beberapa hari pertama, tapi akan segera bertambah beratnya dalam waktu 10 hari setelah lahir.

    Warna Kuning
    25-30 % bayi berwarna kuning pada sekitar tiga hari pertama kelahirannya yang terkait dengan kadar bilirubin dalam darahnya. Bila gerakan bayi masih aktif, masih menyusu dengan kuat, ibu tidak perlu khawatir karena hal ini adalah hal yang normal.
    Namun apabila warna kuning timbul pada hari pertama (24 jam pertama) maka ibu harus waspada dan memeriksakan bayi ke fasilitas kesehatan terdekat. Dokter atau perawat akan menempatkan bayi ke dalam boks khusus sambil diberi sinar ultra violet. Ibu tidak perlu khawatir akan tindakan ini. Namun bila setelah bayi dibawa pulang semakin kuning atau masih berwarna kuning setelah 2 minggu, bayi harus segera diperiksakan kembali ke dokter.

    Kulit
    Warna kulit bayi yang semula berwarna abu-abu atau kebiruan pada saat baru lahir, secara perlahan akan berubah menjadi kemerahan. Bagian kulit bayi yang kebiruan ini disebut mongolion spots. Ini merupakan penumpukan pigmen di bawah kulit yang akan hilang dengan sendirinya.

    Tali Pusat
    Tali pusat pada bayi secara perlahan akan menyusut, kering dan berubah warna menjadi hitam. Biasanya tali pusat akan lepas dalam 5-10 hari. sebelum lepas, jagalah kebersihannya dengan mengusapkan alkohol secukupnya dan usahakan untuk selalu kering atau membiarkannya kering tanpa memberikan olesan apapun.

    Kerak Kepala
    Pada beberapa bayi biasanya terdapat kerak dan lapisan berminyak yang menutupi seluruh permukaan kulit kepala (cradle cap). hal ini akibat kelebihan kelenjar sebum. Sebaiknya cuci kepala dengan shampo ayi yang lembut.

    Rambut
    Bila bayi ibu tidak memiliki rambut lebat saat lahir, jangan khawatir karena hal ini normal saja. bayi yang baru lahir memiliki bulu-bulu halus di tubuhnya, disebut lanugo. Biasanya akan rontok dalam beberapa minggu.

    Daerah-Daerah lembut
    Ubun-ubun bayi terasa lembut, karena tengkorak bayi baru lahir belum menyatu dengan sempurna. Ubun-ubun bayi (fontanel) terdapat di atas dan di belakang kepala bayi, serta dilindungi oleh selaput kuat serta tebal.

    Rabu, 22 September 2010

    Makanan Padat Pertama Untuk Bayi (MPASI)

    Umur 4 bulan kok belum makan?""
    Udah 4 bulan kan, udah saatnya makan dong?"
    "Bayinya dikasih makan dong, kan udah 4 bulan."
    "Bayi saya sebentar lagi 4 bulan, sebaiknya makanan apa ya yang saya berikan pertama kali?"

    Pertanyaan-pertanyaan dan pertanyaan di atas sudah sering dan umum kita dengar. Di saat bayi menginjak usia 4 bulan, Ibu-Ibu pasti sudah bersiap-siap, tanya sana tanya sini mengenai makanan padat bagi bayinya, berikut rekomendasi resep makanan bayi.

    Penelitian terbaru berdasarkan ilmu pengetahuan yang terus berkembang, WHO (Badan Kesehatan Dunia) merekomendasikan sebaiknya pemberian makanan padat (MPASI : Makanan Pendamping ASI) ditunda dulu sampai bayi menginjak usia 6 bulan. Sejalan dengan kampanye ASI eksklusif selama 6 bulan.

    *Mengapa 6 bulan?
    Banyak diantara kita yang tidak pernah tahu mengapa WHO ataupun IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengeluarkan pernyataan bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan seorang anak. Kemudian setelah umur 6 bulan, anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb.
    Hal ini juga berlaku bagi bayi-bayi yang mendapatkan susu formula. Karena kebutuhan nutrisi bayi berusia 0-6 bulan sudah tercukupi dari ASI dan susu formula.


    Sekitar kurang lebih 5 tahun yang lalu, MPASI memang disarankan diperkenalkan pada bayi berusia 4 bulan. Tetapi kemudian, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk dalam dunia medis, para ahli dan peneliti terus melakukan riset-riset sehubungan dengan pemberian makanan padat pertama bagi bayi. Dan hasilnya, penelitian akhir-akhir ini menemukan berbagai macam hal, sehingga MPASI disarankan diberikan saat bayi menginjak usia 6 bulan.

    Hal-hal yang melandasinya adalah :
    1. Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan ekstra & besar dari berbagai penyakit.
    Hal ini disebabkan sistem imun bayi di bawah usia 6 bulan belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya

    2. Saat bayi berumur 6 bulan ke atas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI.
    Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb, baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan.

    3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan.
    Saat bayi berumur di bawah 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk menerima kandungan dari makanan. Sehingga makanan yang masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadinya alergi.

    4. Menunda pemberian MPASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Karena proses pemecahan sari-sari makanan yang belum sempurna.

    *Rekomendasi Pengenalan MPASI
    Pada saat mengenalkan bayi pada makanan padat pertama kali, produk yang dikenalkan sebaiknya makanan dari bahan beras atau cereal, bukan buah. Jangan gunakan tambahan perasa apapun seperti gula dan garam (sampai bayi berusia di atas 1 tahun), karena penambahan garam dan gula pada tiap makanan akan memperberat kerja ginjal bayi yang belum bekerja dengan sempurna pada usia dibawah 1 tahun.

    Cara memperkenalkannya pun bertahap. Sedikit demi sedikit dulu dan dibuat encer setelah itu bertahap kekentalan makanan padat ditingkatkan. Karena masih dalam masa pengenalan, jadi kalau sehari hanya sekali pemberiannya juga tidak masalah.
    Kemudian, cara mengenalkannya  juga tidak sekali pengenalan langsung beberapa jenis. Ada baiknya 1 jenis makanan kita liat reaksinya selama 1-2 minggu baru pengenalan kepada makanan padat ke 2 dst. Sejauh anak tidak mengalami masalah dengan pengenalan makanan padat jenis 1 maka jenis ke-2, bisa dilanjutkan tetap dengan metode sedikit demi sedikit dahulu sambil terus diperhatikan reaksi sang bayi.
    Setelah anak belajar mengenal produk beras dan cereal, tahap berikutnya adalah pengenalan buah. Macam-macam buah yang diberikan bisa pisang, apel, ataupun sayur-sayuran yang dihaluskan.

    *Jadwal Pemberian Makan pada Bayi
    Makan 3 kali sehari, pagi - siang - malam/sore.
    1. Pagi makanan setengah berat (bubur susu, oat meal, roti, biskuit).
    2. Siang buah padat dicampur susu (alpukat, apel kukus, pear kukus, labu kuning/pumpkin kukus).
    3. Sore - makan berat. Kentang kukus dengan susu dan parutan keju (mashed potato), ubi kukus dihaluskan tambah susu, jagung sisir kukus tambah susu dan keju, nasi (tim).
    Selingan satu kali (pagi atau sesudah makan siang) air buah.


    Sabtu, 28 Agustus 2010

    Bila Buah Hati Tumbuh Gigi

    Pertumbuhan gigi susu bayi bervariasi. Bahkan ada yang ketika lahir, giginya sudah tumbuh. Ada juga yang belum tumbuh giginya hingga usia 12 bulan.


    Gejala dan tanda - tanda mulai tumbuh gigi :
    • gusi membengkak.
    • mengeluarkan liur.
    • mengunyah apa saja.
    • suka mengemut sesuatu.
    • nafsu makan menurun.
    • bayi jadi lebih rewel. 
    •  
       Buatlah bayi merasa nyama ketika giginya tumbuh
      • gosok gusinya dengan tangan ibu atau dengan es. ini akan memberinya rasa nyaman.
      • berikan sesuatu yang keras dan bersih seperti gelang tumbuh bayi.

      Tingkatan dalam pertumbuhan gigi
      gigi seri            : usia 6-12 bulan
      ggi geraham I   : usia 12-18 bulan.
      gigi taring         : usia 18-24 bulan.
      gigi geraham II : usia 24-30 bulan.


      Yang perlu dilakukan ketika bayi tumbuh gigi
      • Memperkenakan sikat gigi sebagai mainan ketika mandi, tepatnya pada saat gigi pertama muncul.
      • Untuk minum, perkenalkan cangkir sesegera mungkin.
      • Beri air putih segera setelah ia minum manis.
      • Kurangi jumlah gula yang dikonsumsi anak.
      • Pastikan buah hati cukup mendapatkan kalsium.
      • Temui dokter gigi. Kunjungan pertama ke dokter gigi sudah diakukan ketika anak berusia 2 tahun.

      Jangan Lakukan !
      • Menggunakan botol untuk menenangkan bayi.
      • Membiarkan bayi ibu tertidur sambil dot botol susu di dalam mulut.
      • Membiarkannya membawa-bawa botol susu kemana-mana.
      • Menggunakan botol untuk minum padahal bayi sudah dapat minum dari cangkir.
      • Bila ibu perlu sesuatu untuk menenangkan buah hati, jangan berikan makanan yang manis-manis, karena akan membuat giginya rusak.

      Cara Merawat gigi bayi
      • Harus mulai dijaga sesegera mungkin begitu gigi mula tumbuh.
      • Awalnya dapat dengan menggosok giginya dengan kain basah, dan setelah 2 atau lebih giginya tumbuh mulai menggosoknya dengan menggunakan sikat gigi yang haus dan pasta gigi anak-anak.
      • Gosok giginya 2 kali sehari, sikat gigi yang kedua pada saat sebelum ia tidur.
      • Ajarkan cara memegan sikat agar bisa menjangkau semua bagian gigi.
      • Pilih bulu sikat yang lunak agar tidak melukai gusi.

      Sumber : Ikatan Dokter Anak Indonesia, Sentuhan Pengasuhan Si Buah Hati

      Selasa, 24 Agustus 2010

      Irama Hidup Bayi Sehari-hari

      Mengapa Bayi Menangis?
      Menangis merupakan cara bayi berkomunikasi mengekspresikan keinginannya. Adapun penyebabnya dapat berbagai macam, seperti :
      • Lapar
      • Ingin digendong
      • Lelah akibat kurang tidur
      • Tidak nyaman karena popok basah, cuaca panas atau dingin, atau karena terkejut.
      • Kolik atau sakit pada perut yang ditandai pula dengan gejala mengangkat kaki serta mengerutkan wajah
      Seberapa lama bayi tidur?
      Tidur merupakan bagian penting bagi perkembangan bayi. Di saat tidur terjadi proses pertumbuhan fisik termasuk otak dan penyimpanan segala informasi baru yang diserapnya, serta istirahat untuk memulihkan tenaga.
      Umumnya bayi baru lahir tidur sekitar 16-18 jam per hari. Memasuki usia 6 bulan ke atas kebutuhan tidurnya sedikit berkurang menjadi sekitar 14 jam sehari.
      Kebanyakan bayi mengalami perkembangan pola tidur yang tidak teratur hingga usia 4-6 bulan.
      Setiap bayi dapat tidur dengan berbagai posisi tubuh yang dirasakan nyaman baginya. Bila bayi lebih suka tidur telungkup, alas tidur sebaiknya rata, tidak terlalu unak, tidak berlipat-lipat sehingga menganggu pernapasan bayi. Dan sebaiknya pola tidur seperti ini tidak dibiasakan pada bayi.Sebagian ahli berpendapat bahwa bayi akan lebih aman jika tidur dengan posisi terlentang daripada posisi telungkup.

      Bagaimana kebiasaan buang air bayi?
      Bayi akan sering sekali buang air kecil, karena kapasitas kandung kemihya masih sangat sedikit.
      Warna kotoran bayi pada awalnya hijau kehitaman dan agak lengket.
      Periksakan ke dokter apabila selama 12 jam setelah kelahiran, bayi ibu tak juga buang air besar.

      Pilih popok yang mana?
      Ada dua jenis popok yang bisa digunakan :
      1. Popok kain
      Keuntungan : lebih murah, lebih nyaman dipakai bayi.
      Kerugian : mudah bocor, kurang praktis untuk bepergian, harus dicuci dengan air dan deterjen.

      2. Popok sekali pakai
      Keuntungan : lebih praktis untuk bepergian, lebih menyerap dan mengeringkan tubuh bayi, tidakmudah bocor.
      Kerugian : lebih mahal, dan harus dibeli dalam jumlah banyak.

      Bagaimana Cara mengganti popok?
      • Menggantinya sesering mungkin segera setelah basah atau kotor.
      • Bersihkan bayi di daerah sekitar popok, setiap kali menggganti popok.
      • Gunakan pembersih bayi yang lembut, air hangat dan kain lunak saat membersihkan.
      • ebelum memakaikan popok, keringkan tubuh bayi lebih dulu dengan seksama.
      • Tubuh bayi di sekitar popok harus sering terkena cahaya matahari, sehingga ruam popok dapat dicegah atau disembuhkan.

      Sumber : Ikatan Dokter Anak Indonesia, Sentuhan Pengasuhan Untuk Sang Buah Hati