Beberapa pelajaran berharga yang aku peroleh setelah mencoba dagang selama 2 bulan ini adalah :
1. Pisahkan keuangan dagang dengan keuangan pribadi.
2. Simpan nota-nota pembelian dengan baik.
3. Keuntungan dijadikan tambahan modal.
4. Buat laporan keuangan minimal 1 bulan sekali.
5. Cari orang yang dapat dipercaya sebagai pemasok barang kita.
6. Jangan menunda-nunda pembayaran setiap kali barang datang.
7. Cari orang yang amanah untuk bekerjasama.
Berdagang cukup menyenangkan...
Sisi senangnya bagiku adalah karena suplierku orang yang amanah, jadinya aku senang bertransaksi dengan beliau... :)
Tampilkan postingan dengan label berbagi cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi cerita. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 Maret 2012
Minggu, 15 Januari 2012
Belajar Dagang
Pernah merasa nggak bakat dagang sama sekali. Sempat ikut-ikutan kena racun pengen jadi pengusaha setelah beberapa waktu aktif mengikuti milist pengusaha muslim. Mencoba jualan buku dan majalah, tapi.... karena satu dan lain hal akhirnya berhenti di tengah jalan. Akhirnya semakin merasa nggak bakat dagang. Yo wes pasrah jadi ibu rumah tangga saja sambil nyambi jadi dokter :)
Kebetuan waktu libur semester kemarin aku masih cuti, akhirnya kami sekeluarga bisa pulang ke Solo cukup lama.
Dalam kesempatan itu aku berkunjung ke rumah teman terbaikku. Setelah hampir tujuh tahun aku tidak bertemu my best friend itu, akhirnya aku bisa ziaroh ke rumah beliau. Masyaallah senangggg rasanya hatiku bertemu dengannya... ngubril sana sini, melihat keadaan beliau yang baik, benar-benar sangat membahagiakanku :)
Beliau juga memberitahu bahwa bahwa suami sohibku dulu di FK sekarang menjadi salah satu distributor herbal di Solo, usahanya maju, jadi juragan gitu ceritanya.. :). Bahkan punya online shop juga.
Kebetuan lagi, setelah melahirkan Hafshoh, aku menjadi akrab sama pengurus koperasi RS. Suka berbagi cerita cara merah ASIP, menyimpan ASIP, tentang MPASI dan tetek bengek tentang bayi. Eh... kok tiba-tiba terpikir olehku menitipkan produk herbal di Koperasi RS. Terfikir olehku mengambil langsung dari temanku yang sudah jadi distributor di Solo. Lalu nanti dititipkan di koperasi RS. Jadi kan aku nggak usah repot-repot menawar-nawarkan langsung ke konsumen. Ternyata ziaroh memang benar-benar membawa manfaat yang banyak dan mendatangkan rizki. Semoga saja berkah. Aamiin.
Sabtu, 03 Desember 2011
Belajar Empat Bahasa
Di sekolah Harits belajar empat bahasa. Bahasa Indonesia, bahasa jawa, bahasa arab dan bahasa inggris. Kalau bahasa Indonesia nggak masalah karena komunikasi kami sehari-hari menggunakan bahasa indonesia. Bahasa jawa kayaknya harits juga lumayan paham karena di sekolah teman-temannya rata-rata menggunakan bahasa jawa, biarpun logatnya masih terdengar luchu...
Yang jadi problem adalah bahasa arab dan bahasa inggris. Biarpun sejak usia 4 tahun, sudah belajar sedikit-sedikit mufrodat arabic, tapi.. karena jarang dipake banyak yang lupa. Palingan hafal yang umum-umum aja...
Bahasa inggris banyak belajar dari childsplay. Abuhu juga mempunyai program-program belajar bahasa inggris untuk anak di netbook yang sering dilihat harits. Tapi... bagaimanapun namanya anak-anak, kadang belum bisa membedakan mana kata-kata dalam bahasa arab atau bahasa inggris, apalagi kami jarang pake dalam keseharian...makanya sering terboak-balik.
Dalam buku bahasa arabnya....
Pertanyaan : Maa Hadza? (meja)
Jawaban : Hadza tebel... (aku awalnya agak bingung kok jawabnya "tebel", setelah tak pikir-pikir pasti maksud harits adalah "table".. ^_^)
Suatu hari ketika tebak-tebakan dengan umm
Umm : Maa hadza? (pisang)
Harits : Hadza banana (gubraks deh...)
So, sampe sekarang masih belajar bagaimana cara belajar bahasa arab yang mudah dan menyenangkan buat harits.....berhubung kemampuan ummuhu juga minim sekaleee...
Sabtu, 05 November 2011
Antara Popok Kain, Cloth Diaper dan Disposipel Diaper
Pada zaman sekarang ini dikenal 3macam popok, yaitu popok kain, cloth diaper (clodi) dan disposibel diaper(dispo). Masing-masing dari ketiga jenis popok tersebut mempunyai kelebihan dankekurangan sendiri-sendiri. Seorang ibu yang mempunyai bayi pasti mempunyaipilihan sendiri untuk buah hatinya yang baru lahir. Bagaimana dengan aku? Aku sudah mencoba ke-3jenis popok itu untuk Hafshoh (anakku yang baru berumur 1 bulan). Saat inipilihan utamaku jika di rumah adalah popok kain. Kemudian kalau terpaksamisalnya untuk perjalanan atau berkunjung ke rumah orang tua aku memilihmemakai clodi, dan kalau kepaksa banget baru memakai disposibel diaper (dispo).
Alasan memilih popok kain :
- Mempunyai 30-an popok kain, sayang kan kalau nggak dipake.
- Lebih irit (namanya juga IRT, berfikirnya yang paling ekonomis dong).
- Mempunyai mesin cuci dan ada ART kalau pagi. ART-ku rajin mencuci dan menyetrika. Jadi nggak ada masalah biarpun cucian setumpuk.
- Nggak bikin ruam popok tentunya.
Kekurangan popok kain antara lain:
- Capek. Setiap kali bayi BAK, kita harus mengganti popoknya. Selain itu harus menyiapkan air hangat, handuk, baby oil, alas ompol …
- Boros air, detergen dan listrik. Karena otomatis cucian jadi banyak. Setiap pagi rata-rata mencuci 20-an popok dan alas ompol.
- Siap-siap terkena ompol bayi. Namanya juga popok kain, jadi sudah resiko ketika menggendong, kita terkena ompol. Siap-siap sering ngepel lantai juga.
- Kurang praktis buat bepergian.
Sejak Hafshoh sering diajak kerumah mertua, aku mencoba memakaikan clodi selama perjalanan ataupun ketika dirumah mertua. Sebenarnya baru 2 merk clodi yang aku coba, yaitu GG dan cluebebe. Awalnya ketika mencoba clodi, suamiagak kurang sreg karena terlihat bulky. Tetapi setelah melihat keefektifandalam menahan BAK selama 4-6 jam, suami jadi ndukung pake clodi, walaupun nggakboleh full seharian pake clodi. Pake clodi 2x/hari aja.
Kelebihan clodi antara lain :
· Bisa dipake selama 3-6 jam tanpa bocor(tergantung merk).
· Bisa dicuci ulang, jadi tidak membuat banyaksampah. Go green gitu lhoh...
· Jarang bikin ruam popok.
· Nggak sering gantiin popok, jadinya tidur bayilebih nyenyak.
· Lumayan praktis buat bepergian.
· Kalau perawatan bagus, bisa dijual lagi ataudiwariskan ke anak berikutnya.
Kekurangan clodi :
- Mahal (harga clodi merk lokal rata-rata : 70.000-100.000, merk impor : 200-300 rb-an ).
- Perawatan susah : detergen nggak boleh sembarangan, nggak boleh dikasi pewangi, pemutih, nggak boleh disetrika, dsb.
- Keringnya lama terutama insertnya. Padahal sudah make mesin pengering dan dijemur langsung di bawah matahari, biasanya baru kering setelah 2 hari.
- Kalau merknya kurang bagus, gampang bocor juga (cuma bisa nahan pipis 1x).
- Biarpun kemungkinan kecil, bisa mengakibatkan ruam juga
Berhubung masih sering dapat tamudan kebetulan mendapat bingkisan sebuah disposibel diaper merk Sw***y darisodara, maka aku beberapa kali makein dispo buat Hafshoh. Berdasarkanpengalaman anak pertama dan kedua, merk Sw***y kurang bagus, terkena pipis 2-3kali kadang sudah bocor. Dispo yang paling kami suka adalah Mamy poko yangwarna biru, bisa tahan nggak bocor buat semalaman. Tapi mahal bo’… Sekarang jugaada mamy poko warna kuning, tapi daya serap nggak sebagus mamy poko biru.
Kelebihan dispo :
· Praktis.
· Nggak repot dan nggak capek (kalau bocor tinggaldibuang).
Kekurangan dispo :
- Boros: kalau full seharian pake dispo mungkin sebulan menghabiskan 300 rb-an hanya buat beli dispo.. (mahal banget kalau menurutku)
- Membuat banyak sampah
- Sering buat ruam pada beberapa bayi
- Susah buat toilet training (kata beberapa teman).
- Ada beberapa bayi yang kurang nyaman pake dispo.
Selama ini sebenarnya nggakpernah terjadi ruam popok pada anak-anakku, baik anak 1,2 dan ke-3 jika memakaidispo. Tetapi karena boros dan kayaknya ngeliat anakku “kurang nyaman” jika memakaidispo makanya aku jarang pake dispo ke anak-anakku.
Jadi mau memilih popok kain,clodi atau dispo semua tergantung ke pribadi dan kondisi masing-masing ibu. Apapunpilihan ibu yang penting buah hati kita merasa nyaman dan tetap sehat.
Sabtu, 25 Desember 2010
Online Shop
Semenjak mengenal kembali dunia internet dan kemudahan mengakses internet, akhirnya aku kena racun "blogging, FB, twitter-an, emailan, searching dsb...sejak setahun terakhir ini". Sebenarnya semenjak jaman SMA dulu sudah kenal dunia internet, tapi sejak masuk FK, kayaknya rada jadi gaptek. Apalagi waktu itu akses internet belum segampang sekarang. Aku jadi males akses internet. Sering dapet tugas dari dosen cari referensi atau jurnal suatu mata kuliah di internet, tapi aku ngandalin temanku yang baik untuk nyari bahan, nanti aku tinggal mbantuin ketik atau yang lain.
Semenjak dapat akses internet gratis, akhirnya aku kembali bisa menjelajah dunia internet. Wow.. ternyata beda jauh dengan internet yang dulu pernah kukenal. Tentu saja jauhhh lebih berkembang. Yang salah satunya membuatku takjub adalah blogging. Dulu kan belum ada jaman blogging waktu aku masih SMA. Paling dulu adanya email atau MIRC. Pertama kali tahu ngeblog setelah dikasi tahu blog teman baikku semasa SMA, ummu khansa. Miss her so much... uhibbuki fillah ukhtiy. Dari cerita di blog beliau banyak hal yang aku dapat, bisa tahu sedikit perjalanan hidup beliau yang rajin dishare di blognya yang manis.Tapi semenjak kelahiran anaknya yang ketiga, dah jarang ngeblog lagi ya mbak... mungkin karena memang repot banget ngurusin ke-3 anaknya yang masih balita yah? ^^.
Tentu saja dunia internet di selain banyak hal positif yang didapat, ada juga hal negatif. Hal negatif yang akhir-akhir ini kerap menggangguku adalah maraknya "online shop". Sebenarnya aku bukan tipe wanita yang suka belanja. Tidak gampang tertarik melihat sesuatu, tapi kalau sudah tertarik, tidak mudah melupakan (nah.. bingung kan?). Beberapa hal yang kadang membuatku terpengaruh adalah jika banyak akhwat yang merekomendasikan suatu barang. Aku jadi pengen banget coba beli...
Lewat online shop, aku teracuni dengan menstrual pad, clodi, jubah, pernak pernik rumah tangga, buku, baju tidur, mainan edukatif, dsb dsb..Setiap ngenet, pasti ada aja online shop yang mampir di mataku. Alhamdulillah, saat ini belum daftar internet banking jadi agak susah juga transaksinya, soalnya klo transfer harus ke ATM atau ke Bank. Kalau udah daftar internet banking, bisa-bisa langsung transfer setiap liat barang yang cocok di mata. Waduuh.. benar-benar liat online shop seperti pergi ke pasar kali ya? hehehe.
Sebenarnya masih penasaran yang namanya coth diaper, sayangnya anak-anakku kan dah 3 dan 5 tahun, jadi udah nggak make diaper lagi. Pengen kalau nanti punya anak lagi, makein codi juga sih... ^^ Apalagi temanku di FK jualan cldoi juga kayaknya disebuah ol shop, siapa tahu ntar klo order lebih murah. Klo menstrual pad, pengen coba setelah kena isu "dioksin" di pembalut yang beredar sekarang ini. Tetapi kebenarannya kayaknya masih dipertanyakan lho...
Klo jubah atau baju, tertariknya nyari yang buat anak-anak, namanya dah ibu-ibu, pasti hal yang dicari adaah kebutuhan anak. Kebutuhan sendiri nomor sekian kali ya? aku juga bukan wanita yang senang beli baju, sepatu atau sandal. Lihat kaos atau gamis di OS , kadang selalu ingin beli.. tapi bajunya anak-anak kayaknya sudah lebih dari cukup, makanya belum pernah benar-benar order.
Buku.. selalu tertarik. Beberapa minggu lalu beli buku buat anak-anak sampai 54 buku, akhirnya punya ide dijual agi.. banyak yang minat juga, ahamdulillah, belum ada 2 minggu dah banyak yang pesan, akhirnya order lagi ke toko buku OS-nya.. sayangnya order yang kedua kok nggak secepat yang pertama yah... dah 10 hari transfer sampe sekarang barang belum datang.... kurang amanah nih..OS nya..:(
Pernah beli pernik rumah, tapi hasilnya mengecewakan.. kayaknya kapok deh... mending beli ke toko beneran aja...
Menurutku tetap yang terbaik adaah belanja langsung ke toko. Lihat barangnya secara detail, supaya bisa ngecek langsung klo ada cacat. Kadang antara foto dengan barang asli kan nggak sama... jangan sampai kita kecewa. Pilih online shop yang dapat dipercaya.. klo baru order yang pertama, sebaiknya jangan langsung trasaksi dalam jumlah besar. Dalam berbelanja belilah barang sesuai kebutuhan, jangan keinginan.. oke? ^^
Menurutku tetap yang terbaik adaah belanja langsung ke toko. Lihat barangnya secara detail, supaya bisa ngecek langsung klo ada cacat. Kadang antara foto dengan barang asli kan nggak sama... jangan sampai kita kecewa. Pilih online shop yang dapat dipercaya.. klo baru order yang pertama, sebaiknya jangan langsung trasaksi dalam jumlah besar. Dalam berbelanja belilah barang sesuai kebutuhan, jangan keinginan.. oke? ^^
Sabtu, 27 November 2010
Radio Rodja Via Fleksi
Hari yang cerah..
Secerah hatiku ^^ yang dapat kenikmatan ini...
Salah satu hal yang paling aku harapkan dari dulu adalah bisa dengerin radio rodja setiap saat dan dimana saja. Kurasa mulai saat ini keinginan itu akhirnya dapat terealisasi.
Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimushshaalihaat.
Radio rodja bisa didengarkan lewat telkom fleksi, tinggal tekan *55*210756 kita dapat mendengarkan siaran radio rodja. Radio nurus sunnah semarang juga bisa lho sodara-sodara.. bedanya klo radio nurus sunnah tekan *55*411077 (jadi kayak iklan ya..). Tarifnya juga murah banget cuma Rp.5 /menit.
Sengaja banget beli HP fleksi buat bisa dengerin radio rodja. Dari kemarin merayu suami tercinta buat anterin beli HP fleksi, Qodarulloh memang tidak punya HP CDMA, jadi mesti muter-muter counter nyari HP CDMA. Kita memang cari HP baru, takutnya kalau HP second dapatnya pas nggak oke, malah sayang ntar nyesel. Ternyata HP CDMA sekarang susah banget carinya ya.., dari 2 counter HP paling lengkap disini nggak ada yang yang jual HP CDMA yang baru. Sengaja mampir ke plasa telkom untuk beli HP inject Fleksi, sampai sana sudah tutup.
Akhirnya aku teringat ada pusat fleksi di sebuah ruko di tengah kota. Alhamdulillah akhirnya disana ketemu juga HP fleksi yang kucari-cari.
Akhirnya aku teringat ada pusat fleksi di sebuah ruko di tengah kota. Alhamdulillah akhirnya disana ketemu juga HP fleksi yang kucari-cari.
Sebenarnya kita cari HP yang suaranya bagus, bisa loudspeaker yang keras 'n bisa disambungin ke speaker. Tetapi di toko tersebut adanya cuma satu jenis HP. HP yang nggak bisa disambungin ke speaker (klo suaranya lumayan bagus, biarpun loudspeaker nggak terlalu keras), karena nggak ada pilihan lain, kita mutusin beli HP itu aja karena males kalau harus muter-muetr lagi. Setelah sampai rumah suami cari ide biar HP bisa disambungkan ke speaker, suami cari kabel-kabel data yang ada di rumah, dipas-pasin ternyata nggak ada yang pas, ya sudah biarpun belum bisa disambungkan ke speaker, yang penting sudah bisa buat dengerin radio rodja.
Jazaakallahu khoiron jauziy.. atas kesediannya mengantar diri ini sepanjang sore. Al afwu minkum, jadi nggak ta'lim hari ini karena hal ini.
Minggu, 10 Januari 2010
Ku-Juga Ingin Seperti Ummahat Yang Lain
Hari ini umm harus jaga malam lagi. Maafkan ummi anakku...umm tidak bisa menemani mas Harits dan dek Hanif bobok lagi malam ini. Anakku yang besar bertanya, "Kok ummi jaga terus, Harits boboknya sama siapa?" Ada perasaan sedih mendengar pertanyaan polos anakku. "Sama Abi dulu ya, Insya ALLAH besok sama ummi."Dulu Al harits sempat tak ajak tidur di RS kalau aku jaga malam, tapi karena kamarnya pake AC, esok harinya pasti asmanya kambuh. Sejak itu, Al Harits tidak pernah tidur di RS lagi. Lagipula kalau ada pasien atau konsulan, Al harits inginnya ngikut di belakang, ada perasaan cemas kalau dia tertular penyakit pasien.
Di dalam lubuk hati, aku tidak ingin bekerja di RS seperti ini. Aku ingin seperti ummahat yang lain, mengabdikan seluruh waktunya untuk suami dan anaknya di rumah. Tetapi ada banyak pertimbangan, ada banyak alasan sehingga akhirnya kuharus menempuh jalan ini. Hanya kepada ALLAH tempat mengadu.
Ketika memutuskan pindah ke Pemalang sebenarnya keinginanku adalah ditempatkan di Puskesmas. Aku melihat jadi Dokter Puskesmas sepertinya "nyante". Tidak ada jaga malam, datang jam 8 pulang jam 12-an, sehingga aku punya banyak waktu di rumah. Qodarullah aku ditempatkan di RS. Sekarang aku menyadari bahwa ini adalah pilihan yang terbaik yang ALLAH berikan. Walaupun tidak se"nyante' Puskesmas, kerja di RS liburnya lebih banyak. Jadwalnya pun bisa diatur sesuai keinginan kita. Dari segi pakaian juga tidak ada "seragam", terserah mau pakai baju apa saja (dan ini yang paling kusuka), aku tetap bisa pake jubah, di RS juga tidak perlu membuat laporan-laporan, penyuluhan, atau pekerjaan lain di luar jam kerja. Ketika lepas dinas, kita benar-benar lepas tanggung jawab. Aku bisa benar-benar full menjadi isteri dan ibu buat anak-anakku.
Di luar RS, aku memang melepaskan profesiku, aku memberikan waktuku untuk keluargaku. Awalnya aku tidak mencari khadimat. Apalagi anak-anakku sudah sekolah semua. Al harits TK, dek Hanif ikut KBIT. Semua pekerjaan rumah tangga kukerjakan sendiri. Kalau jaga sore atau jaga malam anak-anak ikut Abinya. Kalau abinya lagi ada pekerjaan, tak ajak ke RS dulu sambil menunggu dijemput abinya. Aku merasa nyaman dengan semua itu. Tetapi tenagaku ternyata tidak sebesar keinginanku, tidak tahu karena kecapekan atau apa, aku terkena abortus (hamil 8 minggu, 1 minggu keluar flek-flek terus). Qodarullah kehamilanku tidak bisa dipertahankan, sehingga harus dikuret (ternyata mola hidatidosa).
Sejak itu suamiku menyarankan cari pembantu, minimal buat bersih-bersih rumah, nyuci dan nyetrika. Alhamdulillah kami dapat seorang ibu yang memang benar-benar membutuhkan pekerjaan. Dia datang tiap hari jam 6.30 pagi, pulang jam 2 siang, hari ahad libur. Ternyata memang membantu sekali. Sekarang tidak ada lagi pakaian kotor, tumpukan setrikaan ataupun tumpukan piring kotor, rumahpun kelihatan lebih bersih dan rapi. Akupun lebih intens untuk mengurus anak-anakku. Apalagi Al Harits lagi senang-senangnya belajar dan dibacakan cerita. Jika di rumah ummi bisa lebih banyak waktu menemani mas Harits dan dek Hanif bermain dan belajar.
Selasa, 05 Januari 2010
Belajar Hidup Mandiri
Sudah hampir 2 bulan kami sekeluarga menempati rumah ini. Alhamdulillah, kami merasa “betah”, anak-anakpun senang sekali tinggal di sini. Biarpun rumahnya relatif sempit dibandingkan rumah-rumah yang kami tempati sebelumnya, tapi menurutku ini adalah rumah yang paling ideal. Di sini kami benar-benar mandiri, tidak bareng orang tua lagi. Kami bisa mendesain rumah sekendak hati kami. Yang paling utama, tidak ada TV, tidak ada foto, tidak ada hiasan yang berlebihan, tidak banyak perabotan sehingga rumah tidak terasa makin sempit.Biarpun sudah 5 tahun menikah kami memang baru pertama kali tinggal di rumah sendiri,.sebelumnya selalu tinggal di rumah orang tua. Ternyata banyak sekali kebutuhan rumah tangga yang dulu tidak pernah kami pikirkan. Dari mulai peralatan makan, peralatan masak, meja kursi, almari, sampai barang-barang elektronik.
Alhmadulillah ibu dan mertuaku adalah tipikal wanita rumah tangga yang senang mengkoleksi peralatan rumah tangga, makanya kami disuply banyak barang dan perabotan, jadi tidak semua harus beli. Tetapi karena masalah transport, untuk barang-barang besar harus beli sendiri (nggak modal banget ya?).
Alhmadulillah ibu dan mertuaku adalah tipikal wanita rumah tangga yang senang mengkoleksi peralatan rumah tangga, makanya kami disuply banyak barang dan perabotan, jadi tidak semua harus beli. Tetapi karena masalah transport, untuk barang-barang besar harus beli sendiri (nggak modal banget ya?).
Setelah tinggal di rumah sendiri rasanya aku punya hobby baru yang agak berlebihan. Setiap kali belanja ke toko atau ke supermarket, selalu melirik peralatan rumah tangga, pengennya membeli ini ..itu, ini… itu..yang kadang tidak terlalu dibutuhkan. Untungnya kalau belanja selalu dikawal suami, jadi selalu mengingatkan untuk memikirkan manfaat suatu perabotan yang ingin dibeli. Memang tabiat wanita sepertinya begitu ya? gampang lapar mata, apalagi kalau ada promo atau diskon. Waah..langsung pengennya beli macem-macem.
Padahal nasehat seorang ustadz, rumah tidak perlu berisi banyak parabotan atau hiasan, yang penting bersih dan rapi pasti terasa nyaman.
Tetapi punya 2 anak laki-laki yang masih balita, susah banget menjaga kebersihan dan kerapian. Sudah semaksimal mungkin rumah dirapikan, ada saja kelakukan anak-anak yang membuat berantakan. Jadi memang harus selalu siap bersih-bersih rumah, apalagi suamiku dan al harits (anakku yang pertama) suka berkomentar kalau rumahnya berantakan. “ Ummi..kok rumahnya berantakan sekali… “ Walah, walah mesti kerja keras supaya selalu bersih dan rapi. Apalagi dek hanif (anakku yang kedua) paling suka ngobrak-abrik barang, baju sudah tertata rapi di almari, diberantakin tidak karuan, buku sudah terpasang cantik di rak, dijatuhkan sehingga berserakan, kertas – kertas juga pada disebarin di lantai, dan satu hal yang bikin makin capek, sukanya mainan air. Air di kamar mandi dibuangin ke luar, air galon ditumpahkan dimana-mana…kalau sudah seperti itu, mesti kerja ekstra keras untuk merapikan kembali. saking sukanya main air, tagihan PDAM bisa 3 kali lipat dari normal loh. Dinding rumah juga penuh coretan. Padahal baru 2 bulan kami cat ulang, sudah penuh coretan-coretan beraneka ragam.
Padahal nasehat seorang ustadz, rumah tidak perlu berisi banyak parabotan atau hiasan, yang penting bersih dan rapi pasti terasa nyaman.
Tetapi punya 2 anak laki-laki yang masih balita, susah banget menjaga kebersihan dan kerapian. Sudah semaksimal mungkin rumah dirapikan, ada saja kelakukan anak-anak yang membuat berantakan. Jadi memang harus selalu siap bersih-bersih rumah, apalagi suamiku dan al harits (anakku yang pertama) suka berkomentar kalau rumahnya berantakan. “ Ummi..kok rumahnya berantakan sekali… “ Walah, walah mesti kerja keras supaya selalu bersih dan rapi. Apalagi dek hanif (anakku yang kedua) paling suka ngobrak-abrik barang, baju sudah tertata rapi di almari, diberantakin tidak karuan, buku sudah terpasang cantik di rak, dijatuhkan sehingga berserakan, kertas – kertas juga pada disebarin di lantai, dan satu hal yang bikin makin capek, sukanya mainan air. Air di kamar mandi dibuangin ke luar, air galon ditumpahkan dimana-mana…kalau sudah seperti itu, mesti kerja ekstra keras untuk merapikan kembali. saking sukanya main air, tagihan PDAM bisa 3 kali lipat dari normal loh. Dinding rumah juga penuh coretan. Padahal baru 2 bulan kami cat ulang, sudah penuh coretan-coretan beraneka ragam.
Sebagai manajer rumah hal yang paling membuat “pusing” adalah memilih menu hari ini. Waduhh….maklum umminya harits ini termasuk wanita yang tidak jago masak, cuma bisa masak menu yang standar. Biar begitu sepertinya suami dan anak-anakku sangat suka masakan umminya, jarang ada sisa lho. atau jangan-jangan karena ummi kalau masak lamaaa ya, jadi yang nungguin dah kelaparan semua ??? (senyum mode)
Minggu, 03 Januari 2010
Perjalanan Hidup
Sudah hampir 10 tahun sudah saya lulus SMA, sepuluh tahun yang lalu mulai menapaki kuliah di FK. Fakultas pilihan orang tuaku,
Alhamdulillah... aku menuruti keinginan orang tuaku waktu itu, biarpun sebenarnya dengan rasa sedikit "enggan".
Dan sekarang sepuluh tahun kemudian, akhirnya aku di Pemalang, kota yang sama sekali tidak terbayang di benakku. Kota yang sepi, bukan suatu kota metropolis atau kota yang "maju".
Dari awal menikah, suami memang tidak ingin kami tinggal di "kota yang sibuk".
Sebagai anak terakhir mertua memang menginginkan suamiku berada di sini, menemani beliau.
Alhamdulillah... aku menuruti keinginan orang tuaku waktu itu, biarpun sebenarnya dengan rasa sedikit "enggan".
Dan sekarang sepuluh tahun kemudian, akhirnya aku di Pemalang, kota yang sama sekali tidak terbayang di benakku. Kota yang sepi, bukan suatu kota metropolis atau kota yang "maju".
Dari awal menikah, suami memang tidak ingin kami tinggal di "kota yang sibuk".
Sebagai anak terakhir mertua memang menginginkan suamiku berada di sini, menemani beliau.
Perjalanan hidup manusia memang penuh misteri.....
Langganan:
Postingan (Atom)
