Minggu, 28 Agustus 2011

Batal Mudik

Sebenarnya dari sebelum Ramadhan, sudah planning ingin pulang ke Solo. Biarpun memang silaturahmi tidak dikhususkan pada Hari Idul Fitri saja, tapi berhubung punya waktu libur agak panjang cuma di hari lebaran, aku ingin banget pulang ke Solo. Kayaknya sudah luamaa banget nggak pulang.
Qodarulloh, walau kita sudah berencana, akan tetapi jika Alloh menghendaki tidak, tentu rencana itu akan tinggal suatu rencana...
Pekan kemarin mbakku melahirkan anak ke-3, so kami sekeluarga (termasuk ortu juga) malah kemarin kumpul di rumah mbakku di Depok. Karena baru saja melahirkan, tentu saja mbakku juga nggak bisa pulang ke Solo lebaran kali ini. 

Hari ke-2 di Depok, aku dan suami jalan-jalan ke Jl. Margonda Raya. Mumpung di Depok, ingin banget lihat situasi kota Depok...pengennya ke Carefour dan ke Mekah Agency. Soalnya lihat promo di koran, harga sembako di Carefour murah banget (biasa deh..ibu-ibu kalo tahu ada promo langsung tertarik ingin beli). Tetapi akhirnya kami nggak jadi ke carefour, malah nyasar ke Depok town square (bener nggak ya namanya?), mas harits minta dibelikan sandal baru karena sandalnya memang sudah rusak sekalian ingin mencarikan baju baru buat mertua.

Ketika muter-muter di Matahari, tiba-tiba aku merasakan kontraksi di perutku, rasanya lemas banget buat jalan, perut agak kerasa keras dan kerasa sakit di rahim bagian bawah (huaa..). Tapi aku tahu ini bukan his tanda persalinan, tapi agak bingung juga, belum pernah aku merasakan hal seperti ini sebelumnya. Kalau buat jalan rasanya tambah sakit banget. Akhirnya aku minta suami sendiri yang mencarikan sandal buat anak-anak. Aku nunggu di mobil saja... setelah tiduran, aku merasakan kontraksinya agak berkurang.
Karena khawatir banget, suamiku langsung memaksaku periksa ke Sp.OG. Akhirnya jam 4 sore aku ke RB Depok Jaya. Qodarulloh, dokter Sp.OG baru praktek jam 7 malam. Akhirnya kami balik dulu ke rumah  kakak. Setelah istirahat dan buka puasa, aku merasakan kontraksinya sudah mulai nggak kerasa lagi dan aku mulai ngerasa baik-baik saja. Sempat menawar suami supaya nggak jadi periksa saja, tapi suami tetep kuekueh memaksaku periksa. Akhirnya aku periksa malam itu, dokternya dr.Wenti Sp.OG, dokternya baik dan komunikatif.

Dari USG usia kehamilanku baru 31 minggu, perkiraan BB 1700 gram, air ketuban cukup, plasenta baik, kepala sudah di bawah, denyut jantung baik, secara umum keadaan janin baik, alhamdulillah (jenis kelamin *rahasia aza deh....hehehe). Wah.. mungkin adanya kontraksi tadi karena aku kecapekan saja, setelah menempuh perjalanan ke Depok hampir 10 jam, ditambah jalan-jalan, kurang istirahat, agak memaksa diri tetep puasa juga.. akhirnya aku sedikit ngedrop.Semoga saja kehamianku ini tetep baik sampai melahirkan nanti, aamiin.
Biaya periksa kehamilan di RB Depok Jaya ternyata nggak mahal-mahal banget loh, hampir sama dengan di sini. Periksa dokter 50.000, USG 56.000, jadi total 106.000. Sp.OG nya nggak kasi resep apa-apa  (kayaknya tahu aku dokter siih) ^^. Biaya persalinan di RB itu juga standar, mbakku melahirkan normal *dengan bantuan bidan di kelas 1A,  total biaya 1,6 juta (rekomended buat akhwat yang di Depok).

Karena kejadian itu ortuku agak khawatir kalau aku mesti pulang ke Solo. Ortu melarang aku pulang. Walaupun dengan syarat, Harits diajak ortu ke Solo. Nanti kalau sudah mau masuk skul , insyaaallah diantar ortu lagi ke sini ^^. Jadilah lebaran ini, kita berhari raya tanpa Harits. Rasanya memang ada sesuatu yang hilang jika jauh dari anak, baru 2 hari ditinggal saja sudah kangen banget. Dek hanif juga sudah merengek-rengek minta njemput masnya. Hanif kayaknya juga sudah kangen dan kesepian karena sendirian di rumah.

Jumat, 12 Agustus 2011

Puasa Ketika Hamil

Ini adalah kali ketiga bulan Ramadhan ketika aku sedang hamil. Selama hamil anak pertama, alhamdulillah aku bisa puasa satu bulan penuh. Saat hamil anak kedua, sebenarnya merasa nggak ada masalah juga, tapi karena saat itu kehamilanku mundur dari HPL, suami memintaku tidak puasa 5 hari terakhir di bulan ramadhan. Nah .. biarpun hamil kali ini, aku ngerasa memang lebih berat dibanding hamil-hamil sebelumnya, alhamdulillah ternyata aku bisa puasa penuh sampai hari ini. 

Menjalankan puasa saat kondisi hamil memang membutuhkan lebih banyak asupan gizi agar puasa tidak membuat kita menjadi ngedrop atau membahayakan keadaan janin. Aku tidak punya resep khusus. Yang penting makan buka dan sahur tepat waktu. Biasanya cukup berbuka dengan 3 kurma kering dan teh manis. Dengan berpuasa membuat pola makanku lebih teratur dan tidak berlebihan. Yang utama juga, aku menghidari minum minuman dingin, pengalaman dulu waktu hamil anak kedua, aku suka banget minum dingin, akibatnya BBL bayinya cukup besar, 3750 gram. Pengennya kali ini, dedek bayi jangan terlalu besar. Biar melahirkannya mudah, biidznillah.

Tidak ada  menu istimewa selama bulan Ramadhan ini. Menu biasa saja kayak menu sehari-hari. Bahkan kalau pas sahur, paling makan dengan telur, tempe atau lauk seadanya. Belum pernah juga mbuat kolak, es buah, dan makanan-makanan kecil lainnya. Maklum suamiku jarang berbuka di rumah, seringnya berbuka puasa di masjid. Pulang ke rumah setelah sholat tarawih, ya sudah.. jadi jarang menyiapkan menu yang istimewa. Kadang aja kalau memang lagi pengen, cari buka puasa di luar rumah, mencari menu yang spesial  sambil jalan-jalan bareng suami dan anak-anak :D.

BTW, sampai saat ini belum USG nih. Mualesss banget mau periksa. Malu euy sama Sp.OG nya karena teman sejawat di RS. Biarpun dokter, aku memang paling ogah suruh periksa ke dokter dan minum obat ^_^. Padahal suami sudah pengen tahu dedek bayi laki-laki atau perempuan. Mas-masnya juga suka tanya, " Kok dedek bayinya nggak diperiksain umi??" Aduh maafkan umm sayang.. untuk urusan ini, umm memang butuh keberanian lebih dan mungkin "sedikit" paksaan... Insyaaallah pekan depan mau USG deh, sekalian minta surat cuti :D

Kamis, 04 Agustus 2011

Akhlak Dokter dan Perawat Muslim

Oleh : Ust. Abu Bakr

Ilmu kedokteran merupakan salah satu ilmu yang sangat dibutuhkan manusia dalam kehidupannya. Tidak heran jika mempelajarinya termasuk fardhu kifayah bagi kaum muslimin. Oleh karena mulianya profesi ini, Islam menganjurkan bagi para 'pelayan' kesehatan ini untuk menghiasi bidangnya dengan akhlak dan adab-adab islami.

Diantara adab-adab tersebut ada yang sifatnya khusus dan umum. Adab-adab yang bersifat khusus diantaranya:
a. Berusaha menjaga kesehatan pasien sebagai konsekuensi amanah dan tanggung jawabnya dan berusaha menjaga rahasia pasien kecuali dalam kondisi darurat atau untuk tindakan preventif bagi yang lainnya.
Rosulullah sholallohu 'alaihi wasalam bersabda : 
"Barangsiapa yang menutup (aib) seorang muslim maka Allah akan menutup (aibnya) pada hari kiamat. " (HR. al-Bukhari 2442 dan Muslim 7028).

b. Senantiasa menyejukkan hati pasien, menghiburnya dan mendo'akannya.
Salah satunya ialah dengan mengucapkan "Tidak mengapa, insyaallah ini adalah penghapus dosa", atau meletakkan tangan kanan di tempat yang sakit seraya berdo'a :
" Wahai Robb manusia, hilangkanlah penyakit tersebut, sembuhkanlah, Engkau adalah penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak ditimpa penyakit lagi. " (HR. Muslim 2191 dan yang lainnya).

c. Hendaknya memberitahukan kepada pasien bahwa yang menyembuhkan hanya Allah Ta'ala sehingga hatinya bergantung kepada Allah, bukan kepada dokter.
Nabi sholallohu 'alaihi wasalam berkata kepada Abu Rimtsah (seorang dokter ahli) :
" Allah adalah dokter, sedangkan kamu adalah orang yang menemani yang sakit. " (HR. Abu Dawud 4209, ash-shahiihah 1537).

d. Seorang dokter tidak boleh membohongi pasiennya.
Misalnya tatkala stok obat habis ia memberikan obat yang tidak sesuai dengan penyakitnya atau memberikan obat yang di dalamnya terkandung bahan-bahan yang diharamkan.

e. Hendaknya profesi dalam bidang kedokteran bertujuan untuk memuliakan manusia.
Oleh karena itu tidak diperkenankan bagi seorang dokter atau petugas kesehatan lainnya untuk membakar potongan tubuh pasien, namun hendaknya diberikan kepada sang pasien atau keluarganya untuk dikubur. Selain itu tidak diperbolehkan memperjualbelikan darah pasien, mengadakan operasi-operasi plastik untuk mengubah wajah, telinga, alis, hidung dan lainnya, karena hal itu termasuk mengubah ciptaan Allah yang diharamkan dalam Islam. Allah Ta'ala berfirman :
(Setan berkata) : "Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. " (QS. an-Nisa' (4) : 119).
Di samping itu, tidak diperbolehkan ta'awun dalam kejelekan, seperti menjual obat-obat penggugur kehamilan sehingga melariskan perzinaan.

f. Seorang dokter, perawat, mantri, bidan, apoteker dan petugas kesehatan lainnya hendaknya betul-betul meningkatkan dan menekuni pekerjaanya.
Rosulullah sholallohu 'alaihi wasalam :
"Barangsiapa yang menerjuni kedokteran sedangkan tidak diketahui orang itu ahli kedokteran, maka ia menanggung (kerugian pasien)."  (HR. Abu Dawud 4586, ash-shahiihah 635).

g. Profesi dalam bidang pengobatan termasuk pekerjaan yang mulia sehingga diharapkan bagi para dokter untuk menggapai ridha Allah dalam setiap aktivitasnya.
Nabi sholallohu 'alaihi wasalam bersabda : "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain." (Dikeluarkan oleh ad-Daruqutni, ash-shahiihah 426).

h. Memberikan keringanan biaya pasien yang kurang mampu.
Rosulullah sholallohu 'alaihi wasalam bersabda : "Barangsiapa yang melapangkan kesusahan dunia seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan kesusahannya di akhirat." (HR. Muslim 2699).

Adapun adab dan akhlak yang bersifat umum yang harus dimiliki seorang dokter adalah :
  1. Tidak boleh berduaan dengan pasien wanita dalam satu ruangan tanpa ditemani mahram sang perempuan. Minimal pintu ruangan harus terbuka sehingga terlihat oleh keluarganya.
  2. Seorang dokter tidak boleh menyalami perempuan yang bukan mahramnya atau memperbanyak pembicaraan dengannya kecuali untuk kepentingan pengobatan.
  3. Hendaknya tetap menjaga shalatnya, kecuali dalam kondisi genting maka tidak mengapa ia menjama' dua shalat.
  4. Hendaknya menjauhi syiar-syiar dan gaya orang kafir, seperti mencukur jenggot, memanjangkan kumis, isbal, bebas bercakap-cakap dengan dokter atau perawat wanita.
Di samping adab-adab tersebut di atas, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para petugas kesehatan tentang rumah sakit, klinik, apotek maupun tempat praktiknya, yaitu :
  1. Hendaknya mengkhususkan satu ruangan untuk shalat, baik bagi laki-laki maupun perempaun, mengingat pentingnya masalah sahalat.
  2. Menjadi kewajiban dan PR kita bersama untuk menjadikan rumah sakit terhindar dari ikhtilath (bercampurnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahram).
  3. Tidak diperkenankan menggantung gambar makhluk bernyawa di tembok atau dinding.
  4. Hendaknya tidak menyediakan asbak bagi para pengunjung rumah sakit karena itu adalah bentuk ta'awun dalam kejelekan.
  5. Hendaknya memisahkan antara ruangan pasien yang berpenyakit menular dengan yang tidak menular, demikian pula agar para pengunjung tidak kontak langsung dengan si pasien tersebut sehingga penyakitnya tidak menular- dengan izin Allah- kepada yang lainnya. Rosulullah sholallohu 'alaihi wasalam bersabda : "Jangan sekali-kali mencampur yang sakit dengan yang sehat." (HR. al-Bukhari 5328). Hal itu dikuatkan juga dengan sabda beliau tentang wabah penyakit  menular :                                         "Jika kalian mendengar (ada wabah) di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya." (HR. al-Bukhari 5287 dan Muslim 5775).
  6. Hendaknya kamar mandi atau WC tidak menghadap ke arah kiblat atau membelakanginya, sebagaimana sabda Nabi sholallohu 'alaihi wasalam :  "Jangan menghadap kiblat tatkala buang air besar dan kencing dan jangan pula membelakanginya." (HR. al-Bukhari 144, Muslim 264, at-Tirmidzi 8, Abu Dawud 9).
  7. Dianjurkan untuk mengubah kantornya ke arah kiblat dan duduk menghadap kiblat, berdasarkan hadits Abu Hurairah, bahwa Rowulullah sholallohu 'alaihi wasalam bersabda : "Sesungguhnya segala sesuatu memiliki tuan, dan tuannya majelis adalah arah kiblat." (HR. ath-Thabrani dalam al-Ausath 2354, dan dihasankan Syaikh al-Haitsami 8/114, as-Sakhawi (102) dan Syaikh al-albani dalam ash-Shahiihah (2645) dan Shahiih at-Targhib (3085) ).
Walhamdulillah.
Sumber : Majalah al-Mawaddah, Vol. 42, Sya'ban-Ramadhan 1432 H, hal : 49-50.

Selasa, 26 Juli 2011

Persiapan Ramadhan 1432 H

Tak terasa bulan ramadhan sudah di depan mata. Nggak kerasa betapa cepat waktu berlalu. Tentunya tiap orang mempunyai persiapan sendiri-sendiri menyambut bulan yang mulia ini. Beberapa orang mulai sibuk menyiapkan menu ramadhan selama sebulan... beneran deh.. pembicaraan beberapa ibu-ibu sibuk mikirin menu buka dan sahur. Beberapa orang sudah sibuk belanja belanji untuk persiapan ramadhan. Katanya mumpung harga masih murah, ntar kalau ramadhan kan rata-rata barang sudah naik. Ada juga yang sudah sibuk menyiapkan baju baru. Termasuk aku juga nih..kepengaruh sama penjual yang sudah mulai sliwar sliwer di RS, termasuk beberapa pegawai RS yang dadakan jadi pedagang. Ada yang jual baju anak, mukena, jilbab, kurma, kue-kue kering, jajanan dsb. Karena tahun kemarin nggak belikan baju baru buat anak-anak, makanya mumpung ada yang nawarin, akhirnya aku tergoda membelikan anak-anak baju baru. Daripada pusing mesti keluar masuk toko mending beli yang sudah di depan mata :p. Sebuah gamis putih buat sholat Ied dan setelan kaos buat anak-anak tersayang.

Tapi sebenarnya yang nggak kalah penting adalah menyiapkan ilmu untuk menyambut bulan yang mulia ini. Jangan sampai puasa kita sia-sia. Keluar dari bulan Ramadhan kita hanya mendapat lapar dan haus semata. Semoga saja setelah keluar dari bulan Ramadhan yang sangat mulia ini, kita bisa benar-benar menjadi hamba Alloh yang lebih bertaqwa. Alhamdulillah kemarin dapat buku gratis ketika abu harits mengikuti Dauroh Syaikh Ali bin Hasan di masjid Imam Syafi'i Pekalongan "Puasa Bersama Nabi" karya Syeikh Salim bin Id Al-Hilali dan Syekh Ali Hasan terbitan Darus Sunnah. Sebenarnya dulu pernah punya buku itu, tapi nggak tahu hilang kemana. Bagi yang pengen buku gratis, ada Buku Panduan Ramadhan yang disusun Ust. Muhammad Abduh Tuasikal yang bisa didownload di sini. Pembahasan dalam buku itu lumayan lengkap mulai dari penentuan ramadhan, hukum-hukum seputar puasa ramadhan, fidyah, qodho' puasa ramadhan, lailatul qadar, i'tikaf, zakat fitrah, hari raya Idul Fitri sampai keutamaan puasa 6 hari di bulan Syawal. Semoga bisa menjadi bekal yang bermanfaat dalam menyambut bulan yang mulia ini.

Aku juga mulai merencanakan melatih harits puasa pada Ramadhan tahun ini. Aku mulai memberi penjelasan apa itu puasa, bagaimana kita puasa, seputar hari raya Idul Fitri, buka, sahur dan beberapa hal yang kadang dia tanyakan. Kemarin juga sudah mulai menyiapkan sebuah fasting tree. Gambar pohon apel dimana nanti kalau harits bisa puasa penuh satu hari, dikasi satu buah apel. Kalau puasa setengah hari, apelnya cuma setengah. Semoga saja bisa jadi penyemangat. Pohonnya sudah tak print dan kutempel di pintu kamar harits. Referensi web dan kegiatan-kegiatan selama bulan ramadhan buat harits banyak yang aku intip dari blognya umm abbas. Jazahallahu khoiron.

Senin, 25 Juli 2011

Kedokteran Nabi Antara Realitas dan Kebohongan

Penulis : Abu Umar Basyier
Penerbit : Shafa Publika, Cetakan pertama Maret 2011
Tebal : 444 Halaman

Ketika pertama kali mengetahui Ustadz Abu Umar menyusun buku ini, saya langsung penasaran ingin membelinya. Apalagi setelah membaca sekilas tentang isi buku ini. Alhamdulillah, akhirnya bisa beli secara online via toko-muslim.com, dapat diskon pula..:D.

Setelah membaca buku ini kita akan lebih banyak mengenal apa itu ath-thibbun nabawi. Ternyata ath-thibbun nabawi tidak sesempit menurut perkiraan banyak orang (terutama saya :D) selama ini.. Pengobatan nabi tidak hanya sekedar jinten hitam, madu, minyak zaitun dan bekam. Dan kalau selama ini banyak orang menganggap kedokteran modern dengan obat-obat kimiawi bertentangan dengan pengobatan nabi, maka ternyata hal itu adalah suatu hal yang keliru. Di buku ini dijelaskan bahwa pengobatan nabi dan pengobatan medis modern memiliki relevansi.

Buku ini memuat beberapa topik/pasal.
Di topik yang pertama dijelaskan tentang Islam dan Pengobatan. Ada penjelasan perkembangan pengobatan islam dan fase-fase perkembangannya.

Pasal kedua menjelaskan tentang Pengobatan Klasik dan Modern.
Imam al Khatabi pernah menjelaskan, "Pengobatan ada dua jenis. Pertama pengobatan Yunani yang berdasarkan analogi, dan kedua pengobatan Arab dan India yang berdasarkan eksperimen." Ilmu pengobatan nabi menjadi jembatan atas jenis ilmu pengetahuan yang didasari pada analogi-analogi, dan ilmu pengobatan yang mengedepankan eksperimen pada obat dan penyakit, antara pengobatan tradisional yang ramah dan lebih aman dengan pengobatan modern yang lebih cermat dan canggih.

Pasal : Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Rosulullah Sholallohu 'alaihi wasalam) dalam telaah.
Pertama, Pegobatan nabi bukanlah 'Madu' dan 'Jintan Hitam'
Selama ini pada benak masyarakat secara tanpa sengaja terbetik kesimpulan bahwa thibbun nabawi tidak akan jauh dari madu dan jinten hitam. Orang akan dianggap telah mengimplementasikan sisi-sisi kedokteran nabi kalau ia sudah menggunakan madu dan jinten hitam dalam menyembuhkan penyakit. Kesimpulan itu selain terlalu sederhana juga berarti 'pelecehan' terhadap kedokteran nabi.

Kedua, Kedokteran nabi tidak anti terhadap terapi dan obat-obatan modern.
Diantara beberapa hal yang membuktikan adalah :
  1. Pengobatan nabi amat memerhatikan dosis obat.
  2. Metode pengobatan islam amat menghargai metode diagnosa penyakit.
  3. Pengobatan nabi sangat menghargai analisis dan penelitian terhadap jenis penyakit, penyebab munculnya penyakit dan obat-obatan yang diyakini mengandung khasiat menyembuhkan, mencegah atau mengurangi kadar penyakit tertentu pada pasien.
  4. Nabi pernah menerima kehadiran ahli medis dari Persia, yang sengaja melakukan praktik pengobatan diantara para sahabat.
Ketiga, Pengakuan Kedokteran nabi terhadap pengobatan medis tradisional dan moderen.
Ath Thibbun nabawi adalah metodologi yang kompleks. Munculnya ragam penyakit dan kecanggihan metode berfikir umat manusia dalam menemukan berbagai bentuk, jenis hingga teknik pengobatan dalam upaya mengatasi berbagai penyakit tersebut, termasuk dalam cakupan kedokteran nabi yang luas.

Keempat, Kekeliruan anggapan tentang superioritas 'Bekam' sebagai kedokteran nabi terbaik.
Bekam adalah termasuk di antara jenis pengobatan terbaik. Jadi ia bukan mutlak satu-satunya sebagai bentuk pengobatan terbaik. Ada jenis penyakit termasuk kondisi tertentu dari si pasien, yang menyebabkan ia lebih cocok denga pengobatan tertentu, bukan yang lain. Maka bekam jelas bukan yang terbaik dalam setiap kondisi, untuk segala jenis penyakit dan untuk setiap kondisi yang dialami pasien.

Kelima, Pengobatan nabi tak terbatas pada penggunaan obat-obat yang pernah digunakan nabi saja.
Obat-obatan yang cocok untuk penduduk di suatu tempat, bisa saja tidak cocok untuk penduduk di tempat lain, bahkan bisa tidak berguna sama sekali. Obat-obatan yang digunakan dalam kedokteran nabi juga tidak terbatas hanya yang disebutkan dalam hadits, seperti madu, jintan hitam, zaitun, qisth, kurma, cuka, juice dan banyak lagi, namun juga mencakup segala bentuk komoditi makanan, minuman atau tumbuh-tumbuhan yang memenuhi 'standar kedokteran nabi' sebagai obat dari penyakit tertentu.

Keenam, Obat-obatan kimiawi, tidak selamanya 'dilarang' dalam konsep ath thibbun nabawi.
Obat-obat kimiawi yang dihindari adalah yang diragukan kehalalannya dan obat-obatan yang hanya memberi efek penyembuhan sementara.

Pasal : Dasar-Dasar dan Kaidah Ath Thibbun Nabawi
Pertama, Dasar kedokteran nabi adalah wahyu.
Kedua, Tiga formula medis dalam kedokteran nabi
  1. menjaga kesehatan tubuh
  2. menjaga tubuh dari unsur-unsur berbahaya
  3. mengeluarkan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh
Ketiga, Dua model terapi : Preventif dan kuratif (penyembuhan)
Konsep dasar pencegahan penyakit adalah diet (menjaga makan), terutama makan yang sesuai dengan tuntunan Rosululloh sholallohu 'alaihi wasalam.
Pencegahan penyakit melalui kebersihan.

Keempat, Dua jenis terapi kenabian : penyembuhan substansi penyakit dan pembuangan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh.
Kelima, Dua jenis terapi : terapi ilahiyyah (bermuatan ajaran wahyu murni) dan terapi obat-obatan.
Keenam, syarat-syarat tenaga medis yang layak berpraktik dalam dunia pengobatan.


Sabtu, 09 Juli 2011

Membaca Cerita

Sejak harits kecil, aku memang ingin harits suka membaca. Dengan anak suka membaca, dia akan lebih mudah mengenal berbagai hal. Apalagi jika yang dibacanya buku-buku yang berfaidah. Sangat terinspirasi dengan buku "Karena Buku Senikmat Susu" yang dikarang seorang akhwat dari yogya. 

Makanya sejak harits masih kecil, aku berusaha membeli banyak buku anak. Tapi waktu itu terkendala  karena tidak ada toko buku yang lengkap. Hiks.. nasib orang hidup di desa ya? ^^. Makanya aku pesan buku-buku  anak lewat temanku yang di Solo. Pertama buku yang aku beli untuk harits adalah buku-buku anak yang dikarang ibu Nurani Musta'in, dari TK Al Ausath dan beberapa buku Darul 'Ilmi YK. Tapi karena bukunya hitam putih, harits sama sekali nggak tertarik. Paling cuma dibuka-buka sebentar, lama-lama malah disobek..:(. 

Sempat putus asa juga, bagaimana mengajari harits membaca. Dia sama sekali nggak tertarik dengan buku-buku dari al ausath. Aku memang menghindari buku-buku yang berisi gambar makhluk hidup. Tapi namanya anak keci, tertariknya pada buku-buku yang warna-warni dan penuh gambar ya? Jika ke toko buku, pasti yang dipilih buku-buku yang penuh warna. Akhirnya harits belajar baca, dari buku-buku yang nggak sengaja beli dari beberapa toko di sini. Setelah hafal huruf, dia mulai latihan baca dengan membaca kata-kata yang aku buat sendiri di Microsoft word atau di kertas HVS. Harits selalu semangat jika aku menuliskan nama teman-teman atau nama benda-benda yang dia sukai. Setelah lancar mengeja kata-kata yang kubuat sendiri baru beralih ke buku-buku anak islam suka membaca dari al ausath. Tapi setelah selesai jilid 4, dia kurang tertarik masuk jilid 5. Jadi beralih ke membaca majalah atau buku. Awalnya masih kurang tertarik baca buku-buku dari Daru 'Ilmi atau HAS. Malah lebih senang baca ebook yang aku download dari BAM

Akhirnya aku inisiatif membeli majalah anak. Mulai dari majalah Ababil, majalah anak sholih, wildan dan kinan. Kendalanya (lagi) di sini nggak ada agennya :(, kasihan bener ya... orang desa ^^. Makanya belinya kalau pas ke luar kota, biasanya langsung kuborong semuanya. Saking susah carinya. di sini... Harits lumayan suka membaca majalah-majalah itu. Saking sukanya biasanya langsung selesai dibaca setiap kali beli. Tapi belum mau baca cerita-cerita/kisah-kisah yang agak panjang, biasanya sukanya baca cerita yang ada gambarnya (cerita kartun). 

Harits paling suka dengan majalah Kinan. Hafal bener tokoh-tokoh di kinan, kayak kinan, badar, jawwad, hanif, laila dan rima, hakim sholahudin dll. Makanya ana mutusin langganan langsung ke penerbitnya tiap bulan. Biasanya setiap melihat ada majalah kinan baru dengan semangat langsung dibaca. Tetapi untuk membaca kisah-kisah narasi yang agak panjang biasanya masih belum tuntas, katanya capekkk karena terlalu panjang. Makanya untuk membaca kisah-kisah tetap dibacakan umm setiap malam. Umm yang baca kisah yang panjang, nanti harits yang kebagian baca kisah-kisah yang bergambar kartun. Biasanya dia membaca dengan keras, sehingga bisa didengerkan dek hanif juga. Dengan gayanya kadang  seperti memberi penjelasan tentang jalan cerita yang dibacanya ke hanif. Pernah suatu malam, ketika mendengar harits baca tentang hakim sholahudin, umm jadi tertidur. Bangun-bangun ternyata masih di kamarnya mas harits. Masyaallah, biasanya anak yang tertidur ketika dibacakan cerita ummuhu. Ini umm yang tertidur dengerin anaknya baca cerita  ^_^ Barokallohu fiihu.

Kamis, 07 Juli 2011

Hadiah Tak Terduga ^^

Beberapa waktu lalu iseng ikut lomba penulisan artikel yang diadakan suatu online shop. Iseng-iseng aja  siapa tahu dapat hadiah. Nggak nyangka deh, ternyata terpilih jadi juara 2 (Wkwk.. ternyata tulisanku dianggap berbobot juga ya?). Alhamdulillah... dengan penuh semangat aku memberi tahu suami tercinta. Eits.. beliau sempat nggak percaya lho :(

Suami : "Jangan-jangan yang ikut cuma 2 ... "
Aku    : " Nggak, ada juara 3 nya kok."
Suami : "Ya.. alhamdulillah berarti istri bisa ngalahin 1 orang kalau gitu."
Aku    :  " Bagus dong bisa ngalahin 1 orang, yang penting dapat hadiah. "
Suami : " Memang mbuat artikel tentang apa? "
Aku    : " Manajemen keuangan keluarga. "
Suami : " oo..pantes.. kalau itu percaya. "
Aku    : "???????????" (maksudnya apa ya?) 
Positif thingkingnya suamiku mungkin percaya istrinya ini lumayan pinter ngatur keuangan keluarga ^_^

Alhamdulillah hadiahnya bermanfaat banget buat persiapan kelahiran adik bayi nanti. Dapat sebuah tas bayi, satu buah cloth diaper cluebebe yang model diaper cover, satu buah baju bayi dan sebuah mainan sepatu. Jadinya nggak perlu repot-repot mikirin perlengkapan bayi lagi. Bekas perlengkapan bayi milik harits dan hanif juga masih tersimpan rapi di lemari, tinggal ntar dicuci biar harum dan bersih kalau mendekati HPL. Rencana mau coba pake clodi juga, sudah punya 5 clodi ini. Kayaknya cukup segitu saja, kan rencana pake clodi  kalau sore sama malam aja.

Sebenarnya aku memang punya hobi nulis-nulis artikel. Tapi karena suka semaunya sendiri, jadi bahasanya kacau balau kayak gini. Sama sekali nggak memperhatikan EYD. Yang terlintas di hati ya diketik saja. Kayaknya senang saja kalau sudah mencurahkan segala sesuatu lewat tulisan. Dulu sempat beberapa kali nulis artikel kesehatan yang lumayan bermutu kemudian kucoba kirim ke majalah, ada yang dimuat di majalah ada yang enggak. Tapi karena sekarang PC nya dikuasai penuh sama mas harits, jadi jarang punya kesempatan duduk lama di depan komputer. Sekali umm di depan komputer, mas harits atau dek hanif langsung heboh.. minta dibukain gcompris, divine kids, drawing for children, menulis, setelin VCD dsb. Kadang juga kalau pas suami di rumah pinjam notebook punya suami, tapi paling cuma buat power point bahan ngajar atau buka email. Suami pernah nawarin buat beli laptop sendiri, tapi masih mikir-mikir manfaatnya. Sayang juga kalau beli tapi kurang bermanfaat.

Makanya senang banget waktu siska nawarin untuk menulis artikel di web yang sedang dirancangnya khusus untuk ummahat. Kayaknya jadi semangat  nulis artikel-artikel yang berbobot. Biarpun harus lebih bisa mengoptimalkan waktu, menyediakan waktu untuk cari banyak referensi dan membaca. Tapi kalau sudah dikejar deadline, biasanya kan lebih semangat untuk menulis. Biar bisa memberi sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain juga.