Selasa, 26 Juli 2011

Persiapan Ramadhan 1432 H

Tak terasa bulan ramadhan sudah di depan mata. Nggak kerasa betapa cepat waktu berlalu. Tentunya tiap orang mempunyai persiapan sendiri-sendiri menyambut bulan yang mulia ini. Beberapa orang mulai sibuk menyiapkan menu ramadhan selama sebulan... beneran deh.. pembicaraan beberapa ibu-ibu sibuk mikirin menu buka dan sahur. Beberapa orang sudah sibuk belanja belanji untuk persiapan ramadhan. Katanya mumpung harga masih murah, ntar kalau ramadhan kan rata-rata barang sudah naik. Ada juga yang sudah sibuk menyiapkan baju baru. Termasuk aku juga nih..kepengaruh sama penjual yang sudah mulai sliwar sliwer di RS, termasuk beberapa pegawai RS yang dadakan jadi pedagang. Ada yang jual baju anak, mukena, jilbab, kurma, kue-kue kering, jajanan dsb. Karena tahun kemarin nggak belikan baju baru buat anak-anak, makanya mumpung ada yang nawarin, akhirnya aku tergoda membelikan anak-anak baju baru. Daripada pusing mesti keluar masuk toko mending beli yang sudah di depan mata :p. Sebuah gamis putih buat sholat Ied dan setelan kaos buat anak-anak tersayang.

Tapi sebenarnya yang nggak kalah penting adalah menyiapkan ilmu untuk menyambut bulan yang mulia ini. Jangan sampai puasa kita sia-sia. Keluar dari bulan Ramadhan kita hanya mendapat lapar dan haus semata. Semoga saja setelah keluar dari bulan Ramadhan yang sangat mulia ini, kita bisa benar-benar menjadi hamba Alloh yang lebih bertaqwa. Alhamdulillah kemarin dapat buku gratis ketika abu harits mengikuti Dauroh Syaikh Ali bin Hasan di masjid Imam Syafi'i Pekalongan "Puasa Bersama Nabi" karya Syeikh Salim bin Id Al-Hilali dan Syekh Ali Hasan terbitan Darus Sunnah. Sebenarnya dulu pernah punya buku itu, tapi nggak tahu hilang kemana. Bagi yang pengen buku gratis, ada Buku Panduan Ramadhan yang disusun Ust. Muhammad Abduh Tuasikal yang bisa didownload di sini. Pembahasan dalam buku itu lumayan lengkap mulai dari penentuan ramadhan, hukum-hukum seputar puasa ramadhan, fidyah, qodho' puasa ramadhan, lailatul qadar, i'tikaf, zakat fitrah, hari raya Idul Fitri sampai keutamaan puasa 6 hari di bulan Syawal. Semoga bisa menjadi bekal yang bermanfaat dalam menyambut bulan yang mulia ini.

Aku juga mulai merencanakan melatih harits puasa pada Ramadhan tahun ini. Aku mulai memberi penjelasan apa itu puasa, bagaimana kita puasa, seputar hari raya Idul Fitri, buka, sahur dan beberapa hal yang kadang dia tanyakan. Kemarin juga sudah mulai menyiapkan sebuah fasting tree. Gambar pohon apel dimana nanti kalau harits bisa puasa penuh satu hari, dikasi satu buah apel. Kalau puasa setengah hari, apelnya cuma setengah. Semoga saja bisa jadi penyemangat. Pohonnya sudah tak print dan kutempel di pintu kamar harits. Referensi web dan kegiatan-kegiatan selama bulan ramadhan buat harits banyak yang aku intip dari blognya umm abbas. Jazahallahu khoiron.

Senin, 25 Juli 2011

Kedokteran Nabi Antara Realitas dan Kebohongan

Penulis : Abu Umar Basyier
Penerbit : Shafa Publika, Cetakan pertama Maret 2011
Tebal : 444 Halaman

Ketika pertama kali mengetahui Ustadz Abu Umar menyusun buku ini, saya langsung penasaran ingin membelinya. Apalagi setelah membaca sekilas tentang isi buku ini. Alhamdulillah, akhirnya bisa beli secara online via toko-muslim.com, dapat diskon pula..:D.

Setelah membaca buku ini kita akan lebih banyak mengenal apa itu ath-thibbun nabawi. Ternyata ath-thibbun nabawi tidak sesempit menurut perkiraan banyak orang (terutama saya :D) selama ini.. Pengobatan nabi tidak hanya sekedar jinten hitam, madu, minyak zaitun dan bekam. Dan kalau selama ini banyak orang menganggap kedokteran modern dengan obat-obat kimiawi bertentangan dengan pengobatan nabi, maka ternyata hal itu adalah suatu hal yang keliru. Di buku ini dijelaskan bahwa pengobatan nabi dan pengobatan medis modern memiliki relevansi.

Buku ini memuat beberapa topik/pasal.
Di topik yang pertama dijelaskan tentang Islam dan Pengobatan. Ada penjelasan perkembangan pengobatan islam dan fase-fase perkembangannya.

Pasal kedua menjelaskan tentang Pengobatan Klasik dan Modern.
Imam al Khatabi pernah menjelaskan, "Pengobatan ada dua jenis. Pertama pengobatan Yunani yang berdasarkan analogi, dan kedua pengobatan Arab dan India yang berdasarkan eksperimen." Ilmu pengobatan nabi menjadi jembatan atas jenis ilmu pengetahuan yang didasari pada analogi-analogi, dan ilmu pengobatan yang mengedepankan eksperimen pada obat dan penyakit, antara pengobatan tradisional yang ramah dan lebih aman dengan pengobatan modern yang lebih cermat dan canggih.

Pasal : Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Rosulullah Sholallohu 'alaihi wasalam) dalam telaah.
Pertama, Pegobatan nabi bukanlah 'Madu' dan 'Jintan Hitam'
Selama ini pada benak masyarakat secara tanpa sengaja terbetik kesimpulan bahwa thibbun nabawi tidak akan jauh dari madu dan jinten hitam. Orang akan dianggap telah mengimplementasikan sisi-sisi kedokteran nabi kalau ia sudah menggunakan madu dan jinten hitam dalam menyembuhkan penyakit. Kesimpulan itu selain terlalu sederhana juga berarti 'pelecehan' terhadap kedokteran nabi.

Kedua, Kedokteran nabi tidak anti terhadap terapi dan obat-obatan modern.
Diantara beberapa hal yang membuktikan adalah :
  1. Pengobatan nabi amat memerhatikan dosis obat.
  2. Metode pengobatan islam amat menghargai metode diagnosa penyakit.
  3. Pengobatan nabi sangat menghargai analisis dan penelitian terhadap jenis penyakit, penyebab munculnya penyakit dan obat-obatan yang diyakini mengandung khasiat menyembuhkan, mencegah atau mengurangi kadar penyakit tertentu pada pasien.
  4. Nabi pernah menerima kehadiran ahli medis dari Persia, yang sengaja melakukan praktik pengobatan diantara para sahabat.
Ketiga, Pengakuan Kedokteran nabi terhadap pengobatan medis tradisional dan moderen.
Ath Thibbun nabawi adalah metodologi yang kompleks. Munculnya ragam penyakit dan kecanggihan metode berfikir umat manusia dalam menemukan berbagai bentuk, jenis hingga teknik pengobatan dalam upaya mengatasi berbagai penyakit tersebut, termasuk dalam cakupan kedokteran nabi yang luas.

Keempat, Kekeliruan anggapan tentang superioritas 'Bekam' sebagai kedokteran nabi terbaik.
Bekam adalah termasuk di antara jenis pengobatan terbaik. Jadi ia bukan mutlak satu-satunya sebagai bentuk pengobatan terbaik. Ada jenis penyakit termasuk kondisi tertentu dari si pasien, yang menyebabkan ia lebih cocok denga pengobatan tertentu, bukan yang lain. Maka bekam jelas bukan yang terbaik dalam setiap kondisi, untuk segala jenis penyakit dan untuk setiap kondisi yang dialami pasien.

Kelima, Pengobatan nabi tak terbatas pada penggunaan obat-obat yang pernah digunakan nabi saja.
Obat-obatan yang cocok untuk penduduk di suatu tempat, bisa saja tidak cocok untuk penduduk di tempat lain, bahkan bisa tidak berguna sama sekali. Obat-obatan yang digunakan dalam kedokteran nabi juga tidak terbatas hanya yang disebutkan dalam hadits, seperti madu, jintan hitam, zaitun, qisth, kurma, cuka, juice dan banyak lagi, namun juga mencakup segala bentuk komoditi makanan, minuman atau tumbuh-tumbuhan yang memenuhi 'standar kedokteran nabi' sebagai obat dari penyakit tertentu.

Keenam, Obat-obatan kimiawi, tidak selamanya 'dilarang' dalam konsep ath thibbun nabawi.
Obat-obat kimiawi yang dihindari adalah yang diragukan kehalalannya dan obat-obatan yang hanya memberi efek penyembuhan sementara.

Pasal : Dasar-Dasar dan Kaidah Ath Thibbun Nabawi
Pertama, Dasar kedokteran nabi adalah wahyu.
Kedua, Tiga formula medis dalam kedokteran nabi
  1. menjaga kesehatan tubuh
  2. menjaga tubuh dari unsur-unsur berbahaya
  3. mengeluarkan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh
Ketiga, Dua model terapi : Preventif dan kuratif (penyembuhan)
Konsep dasar pencegahan penyakit adalah diet (menjaga makan), terutama makan yang sesuai dengan tuntunan Rosululloh sholallohu 'alaihi wasalam.
Pencegahan penyakit melalui kebersihan.

Keempat, Dua jenis terapi kenabian : penyembuhan substansi penyakit dan pembuangan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh.
Kelima, Dua jenis terapi : terapi ilahiyyah (bermuatan ajaran wahyu murni) dan terapi obat-obatan.
Keenam, syarat-syarat tenaga medis yang layak berpraktik dalam dunia pengobatan.


Sabtu, 09 Juli 2011

Membaca Cerita

Sejak harits kecil, aku memang ingin harits suka membaca. Dengan anak suka membaca, dia akan lebih mudah mengenal berbagai hal. Apalagi jika yang dibacanya buku-buku yang berfaidah. Sangat terinspirasi dengan buku "Karena Buku Senikmat Susu" yang dikarang seorang akhwat dari yogya. 

Makanya sejak harits masih kecil, aku berusaha membeli banyak buku anak. Tapi waktu itu terkendala  karena tidak ada toko buku yang lengkap. Hiks.. nasib orang hidup di desa ya? ^^. Makanya aku pesan buku-buku  anak lewat temanku yang di Solo. Pertama buku yang aku beli untuk harits adalah buku-buku anak yang dikarang ibu Nurani Musta'in, dari TK Al Ausath dan beberapa buku Darul 'Ilmi YK. Tapi karena bukunya hitam putih, harits sama sekali nggak tertarik. Paling cuma dibuka-buka sebentar, lama-lama malah disobek..:(. 

Sempat putus asa juga, bagaimana mengajari harits membaca. Dia sama sekali nggak tertarik dengan buku-buku dari al ausath. Aku memang menghindari buku-buku yang berisi gambar makhluk hidup. Tapi namanya anak keci, tertariknya pada buku-buku yang warna-warni dan penuh gambar ya? Jika ke toko buku, pasti yang dipilih buku-buku yang penuh warna. Akhirnya harits belajar baca, dari buku-buku yang nggak sengaja beli dari beberapa toko di sini. Setelah hafal huruf, dia mulai latihan baca dengan membaca kata-kata yang aku buat sendiri di Microsoft word atau di kertas HVS. Harits selalu semangat jika aku menuliskan nama teman-teman atau nama benda-benda yang dia sukai. Setelah lancar mengeja kata-kata yang kubuat sendiri baru beralih ke buku-buku anak islam suka membaca dari al ausath. Tapi setelah selesai jilid 4, dia kurang tertarik masuk jilid 5. Jadi beralih ke membaca majalah atau buku. Awalnya masih kurang tertarik baca buku-buku dari Daru 'Ilmi atau HAS. Malah lebih senang baca ebook yang aku download dari BAM

Akhirnya aku inisiatif membeli majalah anak. Mulai dari majalah Ababil, majalah anak sholih, wildan dan kinan. Kendalanya (lagi) di sini nggak ada agennya :(, kasihan bener ya... orang desa ^^. Makanya belinya kalau pas ke luar kota, biasanya langsung kuborong semuanya. Saking susah carinya. di sini... Harits lumayan suka membaca majalah-majalah itu. Saking sukanya biasanya langsung selesai dibaca setiap kali beli. Tapi belum mau baca cerita-cerita/kisah-kisah yang agak panjang, biasanya sukanya baca cerita yang ada gambarnya (cerita kartun). 

Harits paling suka dengan majalah Kinan. Hafal bener tokoh-tokoh di kinan, kayak kinan, badar, jawwad, hanif, laila dan rima, hakim sholahudin dll. Makanya ana mutusin langganan langsung ke penerbitnya tiap bulan. Biasanya setiap melihat ada majalah kinan baru dengan semangat langsung dibaca. Tetapi untuk membaca kisah-kisah narasi yang agak panjang biasanya masih belum tuntas, katanya capekkk karena terlalu panjang. Makanya untuk membaca kisah-kisah tetap dibacakan umm setiap malam. Umm yang baca kisah yang panjang, nanti harits yang kebagian baca kisah-kisah yang bergambar kartun. Biasanya dia membaca dengan keras, sehingga bisa didengerkan dek hanif juga. Dengan gayanya kadang  seperti memberi penjelasan tentang jalan cerita yang dibacanya ke hanif. Pernah suatu malam, ketika mendengar harits baca tentang hakim sholahudin, umm jadi tertidur. Bangun-bangun ternyata masih di kamarnya mas harits. Masyaallah, biasanya anak yang tertidur ketika dibacakan cerita ummuhu. Ini umm yang tertidur dengerin anaknya baca cerita  ^_^ Barokallohu fiihu.

Kamis, 07 Juli 2011

Hadiah Tak Terduga ^^

Beberapa waktu lalu iseng ikut lomba penulisan artikel yang diadakan suatu online shop. Iseng-iseng aja  siapa tahu dapat hadiah. Nggak nyangka deh, ternyata terpilih jadi juara 2 (Wkwk.. ternyata tulisanku dianggap berbobot juga ya?). Alhamdulillah... dengan penuh semangat aku memberi tahu suami tercinta. Eits.. beliau sempat nggak percaya lho :(

Suami : "Jangan-jangan yang ikut cuma 2 ... "
Aku    : " Nggak, ada juara 3 nya kok."
Suami : "Ya.. alhamdulillah berarti istri bisa ngalahin 1 orang kalau gitu."
Aku    :  " Bagus dong bisa ngalahin 1 orang, yang penting dapat hadiah. "
Suami : " Memang mbuat artikel tentang apa? "
Aku    : " Manajemen keuangan keluarga. "
Suami : " oo..pantes.. kalau itu percaya. "
Aku    : "???????????" (maksudnya apa ya?) 
Positif thingkingnya suamiku mungkin percaya istrinya ini lumayan pinter ngatur keuangan keluarga ^_^

Alhamdulillah hadiahnya bermanfaat banget buat persiapan kelahiran adik bayi nanti. Dapat sebuah tas bayi, satu buah cloth diaper cluebebe yang model diaper cover, satu buah baju bayi dan sebuah mainan sepatu. Jadinya nggak perlu repot-repot mikirin perlengkapan bayi lagi. Bekas perlengkapan bayi milik harits dan hanif juga masih tersimpan rapi di lemari, tinggal ntar dicuci biar harum dan bersih kalau mendekati HPL. Rencana mau coba pake clodi juga, sudah punya 5 clodi ini. Kayaknya cukup segitu saja, kan rencana pake clodi  kalau sore sama malam aja.

Sebenarnya aku memang punya hobi nulis-nulis artikel. Tapi karena suka semaunya sendiri, jadi bahasanya kacau balau kayak gini. Sama sekali nggak memperhatikan EYD. Yang terlintas di hati ya diketik saja. Kayaknya senang saja kalau sudah mencurahkan segala sesuatu lewat tulisan. Dulu sempat beberapa kali nulis artikel kesehatan yang lumayan bermutu kemudian kucoba kirim ke majalah, ada yang dimuat di majalah ada yang enggak. Tapi karena sekarang PC nya dikuasai penuh sama mas harits, jadi jarang punya kesempatan duduk lama di depan komputer. Sekali umm di depan komputer, mas harits atau dek hanif langsung heboh.. minta dibukain gcompris, divine kids, drawing for children, menulis, setelin VCD dsb. Kadang juga kalau pas suami di rumah pinjam notebook punya suami, tapi paling cuma buat power point bahan ngajar atau buka email. Suami pernah nawarin buat beli laptop sendiri, tapi masih mikir-mikir manfaatnya. Sayang juga kalau beli tapi kurang bermanfaat.

Makanya senang banget waktu siska nawarin untuk menulis artikel di web yang sedang dirancangnya khusus untuk ummahat. Kayaknya jadi semangat  nulis artikel-artikel yang berbobot. Biarpun harus lebih bisa mengoptimalkan waktu, menyediakan waktu untuk cari banyak referensi dan membaca. Tapi kalau sudah dikejar deadline, biasanya kan lebih semangat untuk menulis. Biar bisa memberi sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain juga.

Selasa, 21 Juni 2011

Biaya Masuk TK

Tahun ini dek hanif rencananya sudah masuk TK. Nggak masuk play group tapi langsung TK saja deh, biar ngirit =). Biarpun aku sebenarnya nggak menargetkan hanif masuk TK supaya hanif bisa baca, tulis, baca iqro, hafalan dsb. Hanif masuk TK, karena memang anaknya kayaknya sudah pengen sekolah. Biarpun di rumah juga sudah mau "sedikit"  belajar bareng um, tapi aku menganggap hanif perlu masuk TK juga. Karena kalau nggak skul, seringnya kalau pagi malah main-main nggak jelas sama anak-anak di perumahan. Kadang malah diajak main ke rumah tetangga. Mending kalau cuma main main mobil-mobilan, sepak bola, pasir, atau bermain sepeda. Kadang hanif diajak nonton TV atau main PS sama temannya di perumahan. Padahal kalau pagi seringnya aku harus dinas ke RS, jadi nggak bisa ngawasi tiap hari. 
Lagipula penting juga masuk TK (kalau menurutku...), bukan target bisa baca tulisnya, tapi  lebih ke pengajaran motorik halus dan motorik kasarnya. Suka lihat karya anak-anak di TK yang dilatih origami, mencocok, kolase, menanam dan membuat beberapa ketrampilan yang lain. Kalau urusan ketrampilan gini umm harits kan "blank", nggak bakat dan nggak kreatif sama sekali. Jadinya nggak bisa ngajari ketrampilan apa-apa ke anak-anak. Kalau calistung, iqro, hafalan, do'a-do'a aku memang pengennya anak-anak belajar di rumah sama aku wae... hehehehe (sok PD...). Makanya sejak harits sudah sekolah TK, aku nggak disiplin banget urusan masuk skulnya. Kalau umm nggak dinas pagi, nggak masuk sekolah juga gpp, anak agak capek atau pas males skul, bolos juga gpp :P. Enjoy saja. Yang penting sekolah dibuat fun.

Biaya masuk TK hanif  untuk kota kecil kayak sini lumayan mahal juga. Padahal bukan full day. Hari senin - kamis : masuk jam 7.15-11.00. Hari jum'at-sabtu : masuk jam 7.15-10.00. Tapi nggak apa-apalah...semoga saja memang yang terbaik buat hanif.
Biaya pendaftaran : Rp.125.000 ; uang pengembangan Rp. 350.000 ; uang seragam Rp.280.000; (belum termasuk biaya penjahit), peralatan sekolah (sudah lengkap, kecuali sepatu dan tas) Rp. 150.000; kalau tahun kemarin SPP Rp.75.000; belum tahu tahun ini, biasanya nunggu rapat orang tua murid. Tapi dibanding biaya masuk TKIT di kota-kota besar, biaya segitu lumayan murah mungkin ya.. Kakakku di Depok cerita kalau di Depok minimal Rp.10 juta, wallohi.. mahal banget euy...heran juga kenapa biaya sekolah sekarang mahal ya..

Kamis, 16 Juni 2011

Bertani yukk!!!

Jika seorang anak ditanya apa cita-citanya? Pasti sebagian besar menjawab : ingin jadi guru (ustadz,) menteri, dokter, pilot, dan berbagai profesi yang cukup menjanjikan lainnya (secara materi ..)
Adakah diantara anak-anak kita yang bercita-cita ingin jadi petani???? Semoga saja masih ada ya (tapi kok aku pesimis..)
Sebenarnya kalau dipikir jasa petani jauhhh lebih besar dibanding sebagian besar profesi yang dianggap beberapa orang "wah" tersebut lho. Coba saja bayangkan kalau di dunia ini nggak ada petani. Pernahkah membayangkan? gimana coba kalau tidak ada petani lagi??? :D Kalau nggak ada dokter, kayaknya dunia tetap berjalan deh, orang sakit tanpa berobat kan bisa sembuh sendiri dengan izin Alloh. Tapi kalau nggak ada petani??? wah, nggak tahu deh dan nggak bisa membayangkan.
Makanya di suatu hadits Rosululloh shollallohu 'alaihi wasalam bersabda : 
"Tak ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah. Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang mengurangi, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya" [HR. Muslim dalam Al-Musaqoh (3945)].
Menurut Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits di atas pekerjaan yang terbaik adalah bercocok tanam. Masyaaallah, betapa besar keutamaan menjadi petani.... 
Tetapi sekarang pada kenyataannya amat sedikit orang yang tertarik menjadi petani. Biasanya orang menjadi petani karena terpaksa. Bahkan di desa-desa pun banyak orang yang memilih merantau ke kota, entah di sana mencari pekerjaan apa, dibanding bertani di kampung.
Apalagi sekarang banyak lahan-lahan pertanian yang tergusur, areal persawahan dibangun menjadi berbagai gedung, perumahan, pusat industri, dsb...tidak bisa membayangkan jika suatu saat tidak ada lagi yang tertarik untuk bertani. Sekarang saja Indonesia mulai import beras, gula, gandum.. bagaimana 10 tahun yang akan datang jika kondisi ini masih tetap sama?

Sebenarnya aku dulu juga kurang tertarik bertani. Biarpun aku etrmasuk keturunan dari seorang petani (kakekku petani), tapi sejak kecil ortu nggak pernah mengajakku ke sawah. Dan mungkin nggak pernah terbersit dalam pikiran ortuku agar aku bisa bertani/bercocok tanam. Jadi pengalamanku dalam pertanian memang sangat sedikit. Tetapi sejak pindah ke rumah mertua, aku mulai sedikit belajar bertani. Kegiatan mertuaku sehari-hari adalah mengurus sawah beliau di desa. hehehe. Makanya aku banyak belajar tentang pertanian pada beliau. Aku mulai tahu sistem menggarap sawah (walau masih perlu banyak belajar), mulai mengenal bibit-bibit tanaman padi, mulai tahu kapan mulai menabur benih, mesti bagaimana jika ada rumput/hama di sawah..... ternyata nggak susah-susah banget kok. Yang susah mungkin mencangkul/menandur di sawahnya kali ya... untuk yang satu ini aku memang belum pernah mencoba... karena biasanya kalau di desa ada beberapa orang yang pekerjaannya untuk mencangkul/nandur/manen. Jadi kita tinggal ngatur jadwal dan biayanya saja.
Kurasa cukup menyenangkan belajar pertanian ^^ Suatu saat memang ingin lebih fokus menggeluti pertanian. Sebenarnya hasil pertanian juga cukup lumayan, biarpun tidak iap bulan diharapkan.  Biasanya hasil pertanian didapat setiap 4 bulan sekali. Tetapi itupun kadang bisa gagal panen kalau pas musim hama dsb... sangat dibutuhkan rasa tawakal kepada Alloh subhanahu wa ta'ala.

Kalau seseorang "murni" cuma berprofesi sebagai petani memang susah.... kecuali sawahnya 10 hektar  kali ya.. Satu hektar sawah sekali panen menghasikan sekitar 10 jutaan. Jadi kalau punya sawah 10 hektar, bisa mendapat 100 juta sekali panen (lumayan banget kan? sekali panen, bisa langsung beli mobil, hehehe). Tapi itu mungkin cuma satu diantara 5.000 orang penduduk di desa. Kebanyakan orang di desa sawahnya cuma 1/4 hektar, jadi dalam 4 bulan mendapat penghasilan kurang lebih 2,5 juta. Sebenarnya penghasilan segitu relatif juga ya.. tergantung kebutuhan tiap orang. Ada yang cukup, tapi banyak juga yang ngerasa kurang. Pemerintah memang kurang memperhatikan nasib pak tani. Harga hasil pertanian nggak sebanding dengan kerja keras dan jasa petani. Makanya itu banyak orang yang mulai meninggalkan pekerjaan ini.

Biarpun aku juga baru tahap belajar tentang pertanian terutama menanam padi. Kurasa aku mulai menikmati usaha ini. Ada rasa kepuasan jika ternyata panen berhasil, biarpun pernah merasakan gagal panen juga. Pengen suatu saat anak-anakku bisa belajar lebih mendalam tentang pertanian juga. Dan semoga saja di era mendatang, lebih banyak orang yang tertarik untuk menggeluti bidang pertanian ini.

Senin, 06 Juni 2011

Rindu Solo

Selalu merindukan untuk pulang kembali ke Solo.
Rindu kotanya, rindu masakannya, rindu tempat ta'limnya, rindu ustadz-ustadznya (rindu majlis ilmunya maksudnya...^^), rindu teman-teman.. dan terutama sangat rindu bapak dan ibuku.

Kadang sedih juga jika mendengar keluh kelah ortuku yang cuma berdua di rumah. Alhamdulillah sampai sekarang ortuku masih mempunyai kesibukan, sehingga tidak terlalu sangat merasa kesepian. Tetapi jika ingat cucu-cucunya katanya jauhhh lebih nggak tahan kangen dibanding ketemu anak-anaknya.. (hm....).
Belum tahu kapan bisa pulang ke solo padahal pengennya pulang dalam pekan ini , supaya bisa ketemuan ama ummu khansa. Seringnya ortuku yang ke rumahku, hampir tiap satu bulan ke sini terutama bapak. Bapak memang selalu kangen sama harits. Ya pantaslah.. sejak harits lahir, yang merawat sejak kecil sampai aku lulus coass adalah bapak dan ibu. Dulu bapak yang sering menggendong, mengajak jalan-jalan, menidurkan... masyaallah... betapa besar pengorbanan bapak ibu waktu itu. Makanya sempat nggak tega juga ketika aku harus membawa harits dari pelukan ortuku waktu itu. Tapi ....bagaimana lagi, tanggungjawabku lah untuk mendidik harits. Secara materi, mungkin ortuku lebih bisa memenuhi dibanding kami, tetapi aku tidak yakin dengan pendidikannya? Pola pendidikan kakek-nenek tentu tidak sama dengan pendidikan orang tua. Oleh karena itu, biarpun dengan berat hati aku sedikit memaksa untuk membawa harits tinggal denganku.

Soal selera masakan, biarpun sudah hampir 4 tahun an di sini, tetap saja aku selalu rindu dengan masakan-masakan asli solo. Apalagi sejak hamil kali ini, aku ngerasa kurang cocok dengan menu masakan sini. Pengen menikmati soto kwali, srabi notosuman, tahu campur pasar kembang, timlo sastro, nasi liwet, steak (hmm..).... sayangnya di sini nggak ada yang jual. Mau mbuat sendiri, juga pesimis bisa seenak rasa aslinya. Alhamdulillah ari ahad kemarin, nggak sengaja nemuin rumah makan yang jual soto semarang di sini (hihihi) lumayanlah sebagai tombo kangen.... Secara rasa soto semarang rasanya kan agak-agak mirip dengan soto kwali, jadi sedikit terpuaskan. Kalau soto daerah sini beda banget dengan soto solo, kalau soto sini dikasi tauco.. jadi rasanya "berat" banget, nggak kayak di solo yang segeer....:D

Sebenarnya mencari ilmu / kajian di zaman sekarang memang mudah banget. Aku bisa dengerin radiorodja via fleksi atau streaming, bisa download kajian di kajian.net, bisa lihat video di ahsan.tv / yufid.tv. Di rumah juga banyak koleksi mp3/CD dan DVD. Masya allah, betapa Alloh sudah sangat memberi kemudahan dalam mencari ilmu. Tetapi.... kenapa ya rasanya tetep lain ketika dulu aku tholabul 'ilmi pertama kali. Selalu merindukan lagi, saat-saat ta'lim di musholla FK dengan ustadz Muhammad Na'im, LC, ustadz abu ahmad, ustadz jauhari dan ustadz yang lain. Mungkin karena waku itu aku masih sendirian kali ya.. jadi bisa konsentrasi dalam mendengarkan penjelasan ustadz, nggak seperti sekarang, atau karena tingkat keiklasanku yang berbeda? Hanya berharap semoga saja suatu saat aku bisa bermajlis dengan para assatidz itu lagi. Aamiin.

Kadang kalau sedang berbicara dengan suamiku, aku memang sering mengutarakan suatu saat ingin menetap di solo lagi, membayangkan di sana dekat dengan ortu, teman-teman, mudahnya mencari ilmu, lingkungan yang kondusif, sekolah yang syar'i..Akan tetapi penjelasan suamiku juga selalu menghibur hatiku. "Dimanapun kita, asal kita bisa istiqomah insyaallah itu yang terbaik, belum tentu juga ketika kita di sana akan lebih baik dari sekarang...". Yah... memang benar juga perkataan suamiku, tidak selalu apa yang kita inginkan, itu yang terbaik buat kita. Belum tentu juga ketika di solo lebih baik dibanding di sini. Aku mempunyai teman yang mendapat rumah di pondok, ternyata juga nggak betah, akhirnya malah memilih tinggal di luar pondok. Padahal kalau aku membayangkan, hidup di lingkunga pondok pasti enak. Banyak ta'lim, teman-teman yang semanhaj, lingkungan yang kondusif...Manusia memang seringnya kurang bersyukur kali ya.... kurang bisa menilai segala sesuatu yang ditakdirkan Alloh dengan kacamata positif. 

Terima kasih suamiku... yang selalu membuatku bahagia dan bisa mengobati seluruh kerinduan ini ^^ 
(Pengen nambahin kata-kata yang lebih romantis, tapi maluu kalau dibaca orang yang tidak berkepentingan...hehehe)