Sabtu, 09 Oktober 2010

Ciri-Ciri Fisik Bayi Baru Lahir

Jenis Kelamin
Bayi Laki-laki :
Penisnya menggantung, kulit depan menguncup di ujung penis, dan testis terletak di dalam skrotum. Bayi laki-laki biasanya lahir dengan skrotum atau buah pelir seperti bengkak. hal ini karena adanya cairan di sekitar testis. Kebanyakan kasus ini sembuh tanpa perawatan.
Perempuan :
Pada bayi perempuan, bibir kemaluan (labia mayora) berkembang dengan bak, sehingga vulva dapat dikenali. Bibir kemaluan seperti bengkak, bahkan kadang terjadi perdarahan dari vagina. Ini tidak perlu dikhawatirkan.

Berat Lahir
Brat bayi yang baru lahir biasanya antara 2,5 hingga 3 kg (2500-3000 gram) dengan panjang 48 cm - 54 cm. Umumnya bayi akan kehilangan berat badan pada beberapa hari pertama, tapi akan segera bertambah beratnya dalam waktu 10 hari setelah lahir.

Warna Kuning
25-30 % bayi berwarna kuning pada sekitar tiga hari pertama kelahirannya yang terkait dengan kadar bilirubin dalam darahnya. Bila gerakan bayi masih aktif, masih menyusu dengan kuat, ibu tidak perlu khawatir karena hal ini adalah hal yang normal.
Namun apabila warna kuning timbul pada hari pertama (24 jam pertama) maka ibu harus waspada dan memeriksakan bayi ke fasilitas kesehatan terdekat. Dokter atau perawat akan menempatkan bayi ke dalam boks khusus sambil diberi sinar ultra violet. Ibu tidak perlu khawatir akan tindakan ini. Namun bila setelah bayi dibawa pulang semakin kuning atau masih berwarna kuning setelah 2 minggu, bayi harus segera diperiksakan kembali ke dokter.

Kulit
Warna kulit bayi yang semula berwarna abu-abu atau kebiruan pada saat baru lahir, secara perlahan akan berubah menjadi kemerahan. Bagian kulit bayi yang kebiruan ini disebut mongolion spots. Ini merupakan penumpukan pigmen di bawah kulit yang akan hilang dengan sendirinya.

Tali Pusat
Tali pusat pada bayi secara perlahan akan menyusut, kering dan berubah warna menjadi hitam. Biasanya tali pusat akan lepas dalam 5-10 hari. sebelum lepas, jagalah kebersihannya dengan mengusapkan alkohol secukupnya dan usahakan untuk selalu kering atau membiarkannya kering tanpa memberikan olesan apapun.

Kerak Kepala
Pada beberapa bayi biasanya terdapat kerak dan lapisan berminyak yang menutupi seluruh permukaan kulit kepala (cradle cap). hal ini akibat kelebihan kelenjar sebum. Sebaiknya cuci kepala dengan shampo ayi yang lembut.

Rambut
Bila bayi ibu tidak memiliki rambut lebat saat lahir, jangan khawatir karena hal ini normal saja. bayi yang baru lahir memiliki bulu-bulu halus di tubuhnya, disebut lanugo. Biasanya akan rontok dalam beberapa minggu.

Daerah-Daerah lembut
Ubun-ubun bayi terasa lembut, karena tengkorak bayi baru lahir belum menyatu dengan sempurna. Ubun-ubun bayi (fontanel) terdapat di atas dan di belakang kepala bayi, serta dilindungi oleh selaput kuat serta tebal.

Jumat, 24 September 2010

Hukum Berobat Dengan Imunisasi

Pertanyaan :
Apa hukumnya berobat dengan imunisasi sebelum datangnya penyakit?

Jawaban :
Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahulloh.

Tidak mengapa berobat dengan imunisasi bila khawatir terkena suatu penyakit, disebabkan adanya wabah, atau sebab lainnya yang dikhawatirkan menjadi penyebab datangnya penyakit. Sehingga tidak mengapa, anda minum obat guna menangkal penyakit yang dikhawatirkan. Hal ini berdasarkan sabda nabi pada suatu hadits yang shahih :
"Barangsiapa yang pada waktu pagi makan tujuh biji kurma madinah, nicsaya ia tidak akan terganggu oleh sihir, tidak oleh racun. "
Hadits ini termasuk upaya penanggulangan penyakit sebelum terjadi.

Demikian juga halnya orang yang khawatir terhadap serangan suatu penyakit dan ia diberi imunisasi anti wabah yang sedang menyerang di negeri tersebut atau di negeri manapun. Upaya itu tidak mengapa, sebagai upaya pertahanan. Sebagaimana halnya penyakit yang telah menimpa diobati, demikian juga halnya penyakit yang dikhawatirkan akan menyerang, boleh ditanggulangi dengan pengobatan.

Akan tetapi tidak dibenarlkan untuk menggantungkan ajimat, penangkal penyakit, atau jin, atau 'ain, dikarenakan itu semua dilarang oleh Nabi Shollallohu 'alaihi wasalam. Dan beliau telah menjelskan bahwa perbuatan itu termasuk syirik ashgar (syirik kecil), karena itu hendaknya kita waspada. 
(Al-Fatawa Al-Mut'alliqat Bit Thaib Wa Ahkamil Mardha 203)

Sumber : Buku "Imunisasi Syari'at", karya Dr.Muhammad Arifin Badri, MA. Pustaka Darul Ilmi. 2010.

Rabu, 22 September 2010

Makanan Padat Pertama Untuk Bayi (MPASI)

Umur 4 bulan kok belum makan?""
Udah 4 bulan kan, udah saatnya makan dong?"
"Bayinya dikasih makan dong, kan udah 4 bulan."
"Bayi saya sebentar lagi 4 bulan, sebaiknya makanan apa ya yang saya berikan pertama kali?"

Pertanyaan-pertanyaan dan pertanyaan di atas sudah sering dan umum kita dengar. Di saat bayi menginjak usia 4 bulan, Ibu-Ibu pasti sudah bersiap-siap, tanya sana tanya sini mengenai makanan padat bagi bayinya, berikut rekomendasi resep makanan bayi.

Penelitian terbaru berdasarkan ilmu pengetahuan yang terus berkembang, WHO (Badan Kesehatan Dunia) merekomendasikan sebaiknya pemberian makanan padat (MPASI : Makanan Pendamping ASI) ditunda dulu sampai bayi menginjak usia 6 bulan. Sejalan dengan kampanye ASI eksklusif selama 6 bulan.

*Mengapa 6 bulan?
Banyak diantara kita yang tidak pernah tahu mengapa WHO ataupun IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengeluarkan pernyataan bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan seorang anak. Kemudian setelah umur 6 bulan, anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb.
Hal ini juga berlaku bagi bayi-bayi yang mendapatkan susu formula. Karena kebutuhan nutrisi bayi berusia 0-6 bulan sudah tercukupi dari ASI dan susu formula.


Sekitar kurang lebih 5 tahun yang lalu, MPASI memang disarankan diperkenalkan pada bayi berusia 4 bulan. Tetapi kemudian, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk dalam dunia medis, para ahli dan peneliti terus melakukan riset-riset sehubungan dengan pemberian makanan padat pertama bagi bayi. Dan hasilnya, penelitian akhir-akhir ini menemukan berbagai macam hal, sehingga MPASI disarankan diberikan saat bayi menginjak usia 6 bulan.

Hal-hal yang melandasinya adalah :
1. Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan ekstra & besar dari berbagai penyakit.
Hal ini disebabkan sistem imun bayi di bawah usia 6 bulan belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya

2. Saat bayi berumur 6 bulan ke atas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI.
Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb, baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan.

3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan.
Saat bayi berumur di bawah 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk menerima kandungan dari makanan. Sehingga makanan yang masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadinya alergi.

4. Menunda pemberian MPASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Karena proses pemecahan sari-sari makanan yang belum sempurna.

*Rekomendasi Pengenalan MPASI
Pada saat mengenalkan bayi pada makanan padat pertama kali, produk yang dikenalkan sebaiknya makanan dari bahan beras atau cereal, bukan buah. Jangan gunakan tambahan perasa apapun seperti gula dan garam (sampai bayi berusia di atas 1 tahun), karena penambahan garam dan gula pada tiap makanan akan memperberat kerja ginjal bayi yang belum bekerja dengan sempurna pada usia dibawah 1 tahun.

Cara memperkenalkannya pun bertahap. Sedikit demi sedikit dulu dan dibuat encer setelah itu bertahap kekentalan makanan padat ditingkatkan. Karena masih dalam masa pengenalan, jadi kalau sehari hanya sekali pemberiannya juga tidak masalah.
Kemudian, cara mengenalkannya  juga tidak sekali pengenalan langsung beberapa jenis. Ada baiknya 1 jenis makanan kita liat reaksinya selama 1-2 minggu baru pengenalan kepada makanan padat ke 2 dst. Sejauh anak tidak mengalami masalah dengan pengenalan makanan padat jenis 1 maka jenis ke-2, bisa dilanjutkan tetap dengan metode sedikit demi sedikit dahulu sambil terus diperhatikan reaksi sang bayi.
Setelah anak belajar mengenal produk beras dan cereal, tahap berikutnya adalah pengenalan buah. Macam-macam buah yang diberikan bisa pisang, apel, ataupun sayur-sayuran yang dihaluskan.

*Jadwal Pemberian Makan pada Bayi
Makan 3 kali sehari, pagi - siang - malam/sore.
1. Pagi makanan setengah berat (bubur susu, oat meal, roti, biskuit).
2. Siang buah padat dicampur susu (alpukat, apel kukus, pear kukus, labu kuning/pumpkin kukus).
3. Sore - makan berat. Kentang kukus dengan susu dan parutan keju (mashed potato), ubi kukus dihaluskan tambah susu, jagung sisir kukus tambah susu dan keju, nasi (tim).
Selingan satu kali (pagi atau sesudah makan siang) air buah.


Selasa, 07 September 2010

Di Penghujung Ramadhan 1431 H

Tidak terasa hari ini sudah hari ke 28 Ramadhan. Hari-hari begitu cepat berlalu, sebentar lagi sudah berpisah dengan bulan yang mulia ini. Ramadhan ini menurutku sangat "istimewa", Ramadhan pertama di rumah "mungil" kami di sudut RS ^ ^. Ahamdulillahilladzi bini'matihi tatimush sholihat... 

Dengan berbagai pertimbangan, aku tidak ke Solo di hari raya Idul Fitri ini, Perjalanan yang sangat melelahkan, minimal 7-8 jam, bahkan bisa sampai 12 jam, ( karena ke Solo adalah jalur mudik ) membuatku sudah "capek" sebelum menjalaninya. Apalagi kalau memaksakan pulang, harus melewatkan malam-malam terakhir Ramadhan yang penuh barokah ini.

Tidak ada baju baru buat Harits dan Hanif (kasihan banget sebenarnya...). Qodarulloh. Sebenarnya ketika awal Ramadhan sudah punya niat belikan "gamis maroko" yang bagus banget di sebuah toko online di FB. Tapi, nggak tahu kenapa adminnya nggak respon ketika aku pesan. Niatnya mau jahitkan dengan model yang sama, tapi pas itu penjahitnya lagi banyak order, makanya kuurungkan niat utk njahitin. Beberapa minggu yang lalu lihat baju yg bagus di toko online, tapi pas itu uang mepet, habis buat beli macem-macem, jadi mengurungkan niat untuk membeli juga. Ketika Alloh sudah memberikan rizkiNya, toko-toko online dah pada nggak order, mau beli di toko di sini, ruameee banget, ngeliat saja sudah "sumpek", apalagi kalau mesti berdesak-desakan. Mending pakai baju seadanya ya nak...

Sama sekali nggak niat beli kue-kue, roti, dsb dsb... karena biasanya di rumah mertua dah banyak makanan oleh-oleh dari kakak ipar (hehehe). Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu dapat bingkisan dari beberapa orang teman dan kenalan di sini. Sedikit menghibur juga, ternyata di sini aku banyak yang memperhatikan juga....(terharu...). Jazaakumullohu khoiron.

Di hari terakhir Ramadhan ini, kuberharap Alloh Subhanahu wa ta'ala mengampuni segala dosa-dosaku, menerima seluruh amalanku. Menjadikanku selalu menjadi "perhiasan terindah" buat suamiku... dan membimbing anak-anakku selalu menjadi penyejuk kedua mataku.

Berharap bisa bertemu dengan Ramadhan lagi di tahun mendatang...

Sabtu, 28 Agustus 2010

Bila Buah Hati Tumbuh Gigi

Pertumbuhan gigi susu bayi bervariasi. Bahkan ada yang ketika lahir, giginya sudah tumbuh. Ada juga yang belum tumbuh giginya hingga usia 12 bulan.


Gejala dan tanda - tanda mulai tumbuh gigi :
  • gusi membengkak.
  • mengeluarkan liur.
  • mengunyah apa saja.
  • suka mengemut sesuatu.
  • nafsu makan menurun.
  • bayi jadi lebih rewel. 
  •  
     Buatlah bayi merasa nyama ketika giginya tumbuh
    • gosok gusinya dengan tangan ibu atau dengan es. ini akan memberinya rasa nyaman.
    • berikan sesuatu yang keras dan bersih seperti gelang tumbuh bayi.

    Tingkatan dalam pertumbuhan gigi
    gigi seri            : usia 6-12 bulan
    ggi geraham I   : usia 12-18 bulan.
    gigi taring         : usia 18-24 bulan.
    gigi geraham II : usia 24-30 bulan.


    Yang perlu dilakukan ketika bayi tumbuh gigi
    • Memperkenakan sikat gigi sebagai mainan ketika mandi, tepatnya pada saat gigi pertama muncul.
    • Untuk minum, perkenalkan cangkir sesegera mungkin.
    • Beri air putih segera setelah ia minum manis.
    • Kurangi jumlah gula yang dikonsumsi anak.
    • Pastikan buah hati cukup mendapatkan kalsium.
    • Temui dokter gigi. Kunjungan pertama ke dokter gigi sudah diakukan ketika anak berusia 2 tahun.

    Jangan Lakukan !
    • Menggunakan botol untuk menenangkan bayi.
    • Membiarkan bayi ibu tertidur sambil dot botol susu di dalam mulut.
    • Membiarkannya membawa-bawa botol susu kemana-mana.
    • Menggunakan botol untuk minum padahal bayi sudah dapat minum dari cangkir.
    • Bila ibu perlu sesuatu untuk menenangkan buah hati, jangan berikan makanan yang manis-manis, karena akan membuat giginya rusak.

    Cara Merawat gigi bayi
    • Harus mulai dijaga sesegera mungkin begitu gigi mula tumbuh.
    • Awalnya dapat dengan menggosok giginya dengan kain basah, dan setelah 2 atau lebih giginya tumbuh mulai menggosoknya dengan menggunakan sikat gigi yang haus dan pasta gigi anak-anak.
    • Gosok giginya 2 kali sehari, sikat gigi yang kedua pada saat sebelum ia tidur.
    • Ajarkan cara memegan sikat agar bisa menjangkau semua bagian gigi.
    • Pilih bulu sikat yang lunak agar tidak melukai gusi.

    Sumber : Ikatan Dokter Anak Indonesia, Sentuhan Pengasuhan Si Buah Hati

    Selasa, 24 Agustus 2010

    Irama Hidup Bayi Sehari-hari

    Mengapa Bayi Menangis?
    Menangis merupakan cara bayi berkomunikasi mengekspresikan keinginannya. Adapun penyebabnya dapat berbagai macam, seperti :
    • Lapar
    • Ingin digendong
    • Lelah akibat kurang tidur
    • Tidak nyaman karena popok basah, cuaca panas atau dingin, atau karena terkejut.
    • Kolik atau sakit pada perut yang ditandai pula dengan gejala mengangkat kaki serta mengerutkan wajah
    Seberapa lama bayi tidur?
    Tidur merupakan bagian penting bagi perkembangan bayi. Di saat tidur terjadi proses pertumbuhan fisik termasuk otak dan penyimpanan segala informasi baru yang diserapnya, serta istirahat untuk memulihkan tenaga.
    Umumnya bayi baru lahir tidur sekitar 16-18 jam per hari. Memasuki usia 6 bulan ke atas kebutuhan tidurnya sedikit berkurang menjadi sekitar 14 jam sehari.
    Kebanyakan bayi mengalami perkembangan pola tidur yang tidak teratur hingga usia 4-6 bulan.
    Setiap bayi dapat tidur dengan berbagai posisi tubuh yang dirasakan nyaman baginya. Bila bayi lebih suka tidur telungkup, alas tidur sebaiknya rata, tidak terlalu unak, tidak berlipat-lipat sehingga menganggu pernapasan bayi. Dan sebaiknya pola tidur seperti ini tidak dibiasakan pada bayi.Sebagian ahli berpendapat bahwa bayi akan lebih aman jika tidur dengan posisi terlentang daripada posisi telungkup.

    Bagaimana kebiasaan buang air bayi?
    Bayi akan sering sekali buang air kecil, karena kapasitas kandung kemihya masih sangat sedikit.
    Warna kotoran bayi pada awalnya hijau kehitaman dan agak lengket.
    Periksakan ke dokter apabila selama 12 jam setelah kelahiran, bayi ibu tak juga buang air besar.

    Pilih popok yang mana?
    Ada dua jenis popok yang bisa digunakan :
    1. Popok kain
    Keuntungan : lebih murah, lebih nyaman dipakai bayi.
    Kerugian : mudah bocor, kurang praktis untuk bepergian, harus dicuci dengan air dan deterjen.

    2. Popok sekali pakai
    Keuntungan : lebih praktis untuk bepergian, lebih menyerap dan mengeringkan tubuh bayi, tidakmudah bocor.
    Kerugian : lebih mahal, dan harus dibeli dalam jumlah banyak.

    Bagaimana Cara mengganti popok?
    • Menggantinya sesering mungkin segera setelah basah atau kotor.
    • Bersihkan bayi di daerah sekitar popok, setiap kali menggganti popok.
    • Gunakan pembersih bayi yang lembut, air hangat dan kain lunak saat membersihkan.
    • ebelum memakaikan popok, keringkan tubuh bayi lebih dulu dengan seksama.
    • Tubuh bayi di sekitar popok harus sering terkena cahaya matahari, sehingga ruam popok dapat dicegah atau disembuhkan.

    Sumber : Ikatan Dokter Anak Indonesia, Sentuhan Pengasuhan Untuk Sang Buah Hati

    Sabtu, 21 Agustus 2010

    Mengenal Indikasi, Keuntungan, dan Kerugian SC

    Menurut dr. Hendra G Widjanarko, Sp.OG  dalam Mailing List Dokter Indonesia, Indikasi SC bisa dikategorikan menjadi 3, kategori putih (indikasi mutlak SC) sampai kategori hitam (bukan indikasi SC, tapi persalinan dilakukan dengan SC), dan banyak indikasi SC pada praktek yang berada di daerah abu-abu (partus bisa normal, tapi dengan berbagai alasan dilakukan dengan SC ).

    Indikasi "putih" antara lain : plasenta previa, bayi letak lintang, tali pusat membumbung, SC yang ketiga, gawat janin yang benar-benar gawat (tidak di"gawat-gawat" kan), penyakit pada Ibu seperti AIDS, herpes genitalis yang aktif,  dsb.
    Kebanyakan kasus justru berada di daerah "abu-abu" muda seperti : bayi  letak sungsang atau bayi dengan lilitan tali pusat dan abu-abu tua seperti partus tak maju ...


    Keuntungan SC
    Tindakan sectio caesar memang memiliki keuntungan dan kerugian. Keuntungannya antara lain adalah proses melahirkan memakan waktu yang lebih singkat, rasa sakit minimal, dan tidak mengganggu atau melukai “jalan lahir”.

    Kerugian SC 
    Sedangkan kerugian tindakan ini dapat menimpa baik ibu maupun bayi yang dikandungnya. Kerugian yang dapat menimpa ibu antara lain :
    1.  Risiko kematian empat kali lebih besar dibanding persalinan normal.
    2.  Darah yang dikeluarkan dua kali lipat dibanding persalinan normal.
    3.  Rasa nyeri dan penyembuhan luka pascaoperasi lebih lama dibandingkan persalinan normal.
    4.  Jahitan bekas operasi berisiko terkena infeksi sebab jahitan itu berlapis-lapis dan proses keringnya bisa tidak merata.
    5.  Perlekatan organ bagian dalam karena noda darah tak bersih.
    6.  Kehamilan dibatasi dua tahun setelah operasi.
    7.  Harus dicaesar lagi saat melahirkan kedua dan seterusnya.
    8.  Pembuluh darah dan kandung kemih bisa tersayat pisau bedah.
    9.  Air ketuban masuk pembuluh darah yang bisa mengakibatkan kematian mendadak saat mencapai paru-paru dan jantung.
    Sedangkan kerugian yang dapat menimpa bayi antara lain :
    1.  Risiko kematian 2-3 kali lebih besar dibandingkan dengan bayi yang lahir melalui proses persalinan biasa.
    2.  Cenderung mengalami sesak napas karena karena cairan dalam paru-parunya tidak keluar. Pada bayi yang lahir normal, cairan itu keluar saat terjadi tekanan.
    3.  Sering mengantuk karena obat penangkal nyeri yang diberikan kepada sang ibu juga mengenai bayi.
     
    Melihat risiko-risiko diatas, tentu akan lebih bijaksana bagi seorang ibu untuk tidak memilih melakukan tindakan operasi bila dapat melahirkan secara alamiah, hanya karena khawatir akan sakit saat proses melahirkan. Perlu diingat bahwa tindakan sectio caesar harus menjadi pilihan terakhir dalam memutuskan proses melahirkan yang akan dilakukan. Pemeriksaan dini dan teratur dalam masa kehamilan akan sangat membantu dalam mempersiapkan proses melahirkan yang aman dan nyaman bagi sang ibu.

    Yang sering menjadi pertanyaan apakah persalinan berikutnya harus SC jika sebelumnya riwayat SC?
    Dulu katanya kalau persalinan dilakukan secara sectio Caesar, maka pada kehamilan seterusnya sang ibu harus melakukan persalinan sectio Caesar. Tetapi sekarang para ibu bisa lega karena panduan terbaru menyatakan kalau ibu bisa melakukan persalinan per vaginam walaupun memiliki riwayat persalinan section Caesar sebelumnya.
    Menurut panduan yang dikeluarkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists, wanita yang memiliki riwayat section Caesar dua kali atau riwayat operasi rahim sebelumnya dapat diberikan kesempatan memilih persalinan per vaginam.
    Lalu bagaimana dengan resiko robeknya rahim akibat kontraksi rahim saat persalinan dilakukan? Ternyata menurut penelitian, wanita yang memiliki riwayat SC dan melakukan persalinan per vaginam tidak memiliki peningkatan resiko robeknya rahim. Jadi aman saja untuk mencoba persalinan pervaginam. Selain itu hasil peneltian menunjukkan 60-80% ibu yang melakukan percobaan persalinan per vaginam berhasil melahirkannya.
    Sebaiknya kandidat terbaik untuk mencoba persalinan per vaginam setelah SC sebelumnya adalah ibu tanpa riwayat rupture uteri (rebeknya rahim), rowayat luka operasi yang besar di rahim sebelumnya dan kehamilan tanpa komplikasi.

    Baca juga Artikel Sebelumnya " Kenapa Harus SC?"

     Sumber :  
    dr. Rustam Sunaryo, Sp. OG, Ilmu Kebidanaan Operatif, EGC Jakarta